WA – 1 BF Cup menjadi ajang penutup Liga DMS tahun 2025. Sebanyak enam putaran telah berlangsung dan Minggu, 23 November 2025 kemarin menjadi gelaran terakhir bagi peserta Liga DMS untuk mengumpulkan poin agar bisa masuk kategori 10 burung terbaik di kelas Senior, Junior, dan Pemula Liga DMS 2025.


Itu artinya tuntas sudah tugas panitia liga menjadi penanggungjawab pelaksanaan agenda milik para penggila lomba. Putaran 6 yang merupakan akhir dari even tersebut dihelat di Lapangan Gawanan Colomadu, Karangayar.
“Syukurlah hari ini kami menyelesaikan tugas sebagai panitia Liga DMS sampai putaran 6 yang merupakan putaran terakhir. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa hambatan mulai putaran pertama sampai selesai,” terang Agung Cahyanto Ketua PPDSI Surakarta.

“Semua ini berkat dukungan dan kerjasama yang baik dari peserta dan panitia.” Sukses ini diapresiasi sebagai wujud kekompakan semua pihak dalam memberikan support pada kegiatan tersebut. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung acara dari awal hingga akhir,” sambung Agung.
Pengcab PPDSI Surakarta benar-benar gak pernah kendor dalam meramaikan dunia derkuku. Bagaimana tidak, dalam satu bulan ada tiga even derkuku mulai 8 November 2025 The Battle of Derkuku all Stars di Balekambang, lanjut 16 November 2025 Latber Sukoharjo, dan Liga DMS putaran 6. “Hal ini tentunya tidak lepas dari dukungan semua pihak, ya peserta ya pengurus,” ungkap Jatmiko.

Seperti halnya putaran-putaran sebelumnya, Liga DMS juga disupport oleh para peternak Solo Raya. Kali ini, gelaran terakhir didukung penuh oleh Wawan Solo Baru pemilik WA-1 BF. “Ini lah yang menjadi kekutan DMS di setiap even lomba yang dilaksanakan selalu disuport oleh peternak Solo dan sekitarnya,” jelas Jatmiko, salah satu panitia.
“Bahkan bentuk dukungan ini sampai merambah dari luar Solo seperti Nyunggi Wakul BF Bogor milik Cak Hari, Dago BF Bandung, dan TKL BF milik Bambang Tulungagung,” tambah Jatmiko. Para dekoe mania juga menilai gelaran lomba milik Pengcab PPDSI Surakarta ini menjadi salah satu pelaksanaan lomba terbaik di tanah air.

Liga kali ini adalah ajang penghitungan poin terakhir. Artinya peserta yang sudah masuk klasemen sementara masih memiliki peluang untuk menambah poin hanya pada liga terakhir tersebut. Ini karena Liga DMS akan memberikan penghargaan terhadap burung-buurng yang masuk 10 besar.
Selanjutnya akan digelar Laga Bintang Bengawan Solo Cup dengan agenda penyerahan penghargaan bagi peraih juara tanpa ada lagi penambahan dan menghitungan poin. Untuk itulah kesempatan hanya datang hari itu saja untuk mengejar ketertinggalan.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini lancar dan sukses. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan memberikan dukungan, ” terang pemilik Jat BF Solo ini. Lebih lanjut disampaikan dukungan yang besar ini memang menjadi harapan panitia.
“Kami sadar bahwa tanpa dukungan, maka kegiatan ini tidak akan berjalan sesuai harapan.” Hal senada disampaikan Kumar Dalip. “Dukungan luar biasa dari peserta menjadi sesuatu yang berharga bagi kami. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh peserta yang telah hadir,” kata Dalip.

Brefing juri sebelum acara dimulai, menjadi rangkaian acara. Untuk juri yang bertugas selain dari Solo kemarin terlihat ada Ali Syahbana dan Tatok dari Jogjakarta. “Alhamdulillah Liga DMS sudah bisa kita laksanakan sampai putaran 6 dengan lancar dan sukses tanpa kendala,” jelas Siswo Ketua Bidang kejurian PPDSI Surakarta.
“Kenyataan ini harus kita syukuri,” tambah Siswo. Juga disampaikan bahwa semua ini berkat dukungan semua pihak. Siswo juga berpesan agar juri tetap berada pada koridor yang sudah ditentukan. “Untuk yang kesekian kalinya, saya mohon juri agar bisa tetap menjalankan aturan dan jangan sampai melenceng agar pelaksanaan acara bisa berjalan sesuai harapan,” harap Siswo.

Siswo juga berharap banyak, juri-juri nasional dari Yogyakarta dapat memberikan contoh dan bimbingannya kepada juri lokal Solo, agar bisa semakin baik. “Saya berharap apa yang sudah kita lakukan bisa ditingkatkan lagi,” kata Siswo.
“Kerja sama yang baik antara juri dan peserta juga harus jadi perhatian. Juri tanpa peserta, maka tidak akan ada lomba. Begitu pun sebaliknya dengan peserta kalau tidak ada juri, burung-burung yang dimilikinya tidak bisa dinilai,” imbuh Siswo lagi.

Cuaca cerah dan cenderung panas, mengawal kegiatan dari awal hingga akhir. Bahkan cuaca terasa sangat menyengat pada Minggu pagi itu. Meskipun setiap hari lokasi lomba selalu diguyur hujan deras, namun udara sejuk seakan tidak pernah hadir.
Perburuan poin penuh di liga terakhir ini, benar-benar terlihat sangat ketat. Bahkan panasnya cuaca di arena lokasi lomba hari itu, seakan ikut menambah panas persaingan antar jago-jago derkuku. Baik di kelas Senior, Junior, maupun di kelas Pemula.

Dan meskipun cuaca saat itu sangat panas, serasa membakar kulit. Tapi ternyata itu tak menyurutkan semangat para joki maupun pemilik, untuk terus mensupport jagonya dari bibir arena. Agar gaco mau kerja maksimal dan mendapat nilai tertinggi.
Diawali di kelas Senior dimana lima kontestan di babak pembuka langsung menyodok lima warna melalui Kanjeng Mami milik Sword, Oscar dan Bimo milik Hery, Kasantuka milik Wawan Soba serta Wayang milik King Kevin. Memasuki babak kedua, tinggal menyisakan tiga kontestan saja yang mendapatkan lima warna.


Persaingan ketat pun terjadi. Di babak ketiga, para gaco sedikit mengendor. Namun Kanjeng Mami, Kasantuka, dan Wayang tetap konsisten mendapatkan lima warna. Penentuan juara pun harus lewat juri perekap untuk melihat nilai aduan masing-masing kontestan.
Untuk podium pertama kelas Senior, berhasil diraih Kasantuka, amunisi Wawan Soba, derkuku bergelang B2W yang menempati nomor kerekan 42. Kemudian Kanjeng Mami andalan Sword, produk ternak Sword yang berada di nomor kerekan 32 sebagai peraih podium kedua. Tempat ketiga dimenangkan Wayang milik King Kevin, burung dengan ring Wayang 063 yang dikerek pada nomor 150.


Di kelas Junior, juara pertama berhasil menjadi milik Setyaki, amunisi Sunaryanto. Derkuku bergelang Arya 55 yang dikerek pada nomor 162 berkat raihan bendera lima warna pada babak pertama, kedua, dan ketiga serta bendera empat di babak terakhir.
Posisi kedua diraih Tirtonadi andalan Wawan Soba. Keberhasilan derkuku bergelang B2W 2190 yang dikerek pada nomor 17 berkat raihan bendera lima warna pada babak pertama dan ketiga serta bendera empat warna pada babak kedua dan keempat. Dan ditempat ketiga dimenangkan Kuda Hitam orbitan Wagiman.


Untuk kelas Pemula, podium pertama berhasil menjadi milik Roro Inten besutan Lilik Purworejo, ring LKTQ 222 yang dikerek pada nomor 67. Posisi kedua direbut Putra Wonogiri bergelang Sero 450 debutan Suprityanto. Dan tempat ketiga diduduki Caesar ring Dorrick 060 milik Dorrick.
Juara Liga DMS di Tahun 2025 menempatkan Wayang sebagai yang terbaik di kelas Senior, Tirtonadi di kelas Junior dan Kasmaran di kelas Pemula. Agenda kegiatan PPDSI Surakarta tidak berhenti sampai disini. Nantinya ada Laga Bintang “Bengawan Solo Cup” pada 14 Desember 2025. Gelaran bertiket 80 ribu ini diharapkan dapat mempertemukan para juara di Liga DMS 2025. (Ramlee/Jat)

