Bunga aster (Callistephus Chinensis L.) merupakan salah satu jenis bunga yang termasuk ke dalam tanaman herba atau rerumputan. Tanaman bunga ini berasal dari Tiongkok yang telah menyebar ke berbagai belahan dunia tidak terkecuali Indonesia. Dalam bahasa Inggris, bunga ini disebut sebagai bunga daisy. Penamaannya berasal dari kata dalam bahasa Yunani Kuno yang artinya “bintang”. Dinamakan demikian karena bentuk bunga aster yang menyerupai bintang.

Ukuran tanaman aster berkisar antara 30 hingga 70 cm. Namun, pada jenis tertentu ada yang dapat tumbuh tinggi melebihi 70 cm. Batang tanaman bunga aster berbentuk bulat dan memiliki permukaan yang kasar. Pada batang tanaman ini terdapat sejumlah percabangan. Cabang-cabang ini ditengarai sebagai tempat tumbuhnya bunga baru.

Daun kembang ini tergolong lebar. Daun aster biasanya berbentuk daun jarum atau daun lancip dengan tepi bertekstur kasar dan bergerigi halus. Daun-daun ini tumbuh di batang dan ranting tanaman. Warna daunnya hijau namun tidak begitu tua, ukuran dan warna daun juga bervariasi tergantung pada jenis aster.

Aster putih

Bunga aster mempunyai kelopak berbentuk melingkar dan cenderung bersusun. Bentuk dari bunga ini hampir mirip dengan bunga matahari dan bunga krisan, karena berasal dari keluarga yang sama hanya saja ukuran dan warnanya pun berbeda. Adapun warna bunga aster sangat beragam meliputi putih, merah, dan cenderung ungu.

Baca juga : Bunga Gerbera, si Cantik yang Banyak Hasilkan Oksigen di Malam Hari

Ukuran bunga aster tersebut mempunyai tinggi berkisar dari 30 – 50 cm, dengan batang yang banyak percabangan. Adapun bentuk daun bunga tersebut cukup lebar, pada bagian tepi daun mempunyai tekstur yang bergerigi. Warna daunnya hijau namun tidak terlalu tua.

Aster kuning

Mahkota bunga berada di pusat kelopak dan biasanya memiliki berbagai warna, termasuk putih, merah muda, ungu, dan biru. Bagian tengah dari bunga aster terdapat bentuk yang menyerupai bintang. Sementara bunganya mempunyai aroma cenderung soft alias lembut.

Buah bunga aster berbentuk lonjong dan berwarna putih ketika masih muda. Sedangkan biji bunga aster berbentuk lonjong dan sangat kecil. Ukuran tanaman aster bervariasi tergantung pada spesies dan varietasnya. Ada spesies aster yang tumbuh dengan ketinggian rendah, sekitar beberapa puluh sentimeter.

Ada juga yang dapat tumbuh lebih tinggi, mencapai sekitar satu hingga dua meter. Bunga ini masuk dalam daftar siklus kembang perennial atau tahunan. Biasanya, bunga aster dapat tumbuh hingga lebih dari setahun, sehingga tidak heran jika tanaman bisa disebut juga sebagai bunga tahunan.

Lebih dari 180 spesies dan beragam kultivar aster yang tersedia, dengan berbagai warna, bentuk, dan tinggi. Mulai dari aster dengan bunga berwarna biru muda yang lembut hingga aster dengan bunga merah jambu yang ceria. Ini merupakan jenis bunga dengan beragam pilihan tak terbatas yang cocok untuk melengkapi keindahan taman rumah.

Aster ungu

Daerah yang ideal untuk bertanam aster adalah daerah pegunungan dengan suhu ideal 20 – 24°C, namun tidak tertutup kemungkinan di daratan rendah aster dapat tumbuh. Aster cocok di tempat terbuka atau terkena sinar matahari langsung.

Baca juga : Bougenville, Bunga Kertas Cantik Penghias Pekarangan Rumah

Tanam bunga aster tidak suka tempat yang terlalu teduh, karena ini dapat membuat tanaman aster tumbuh tinggi tetapi hanya memiliki sedikit bunga. Sentra produksi tanaman aster tersebar di beberapa tempat antara lain Parangpong (Bandung), Selabintana (Sukabumi), Cipanas (Cianjur), Bandungan (Semarang), dan Batu (Malang).

Aster biru

Diantara semua jenis bunga aster, terdapat beberapa jenis bunga aster yang paling diminati diantaranya adalah Aster Kuning, Aster Biru, Aster Kayu Biru, Aster Alpen, dan Aster Putih. Selain sebagai tanaman hias, bunga aster ternyata juga memiliki manfaat untuk kesehatan.

Beberapa spesies aster telah digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai penangkal racun. Bunga ini diketahui memiliki sifat detoksifikasi yang dapat membantu tubuh membuang zat-zat berbahaya.

Bunga aster dikatakan memiliki kemampuan untuk membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Beberapa sumber mengklaim bahwa minuman herba dari aster dapat membantu membersihkan sistem pencernaan dan merangsang fungsi organ ekskresi.

Ekstrak bunga aster telah dipelajari karena kemampuannya dalam mengurangi peradangan. Senyawa-senyawa tertentu dalam bunga ini memiliki potensi antiinflamasi yang dapat membantu meredakan gejala peradangan pada tubuh.

Aster Alpen

Beberapa spesies aster memiliki sifat ekspektoran alami yang dapat membantu meredakan batuk. Ekstrak atau teh herba yang berasal dari bunga aster dapat membantu meredakan iritasi tenggorokan dan meredakan batuk.

Baca juga : Bunga Alamanda, Tanaman Hias Cantik Antibakteri

Selain itu minyak esensial yang diambil dari proses pengolahan bunga aster memiliki sifat pengusir nyamuk alami. Ini membuatnya menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Aster Calico

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bunga aster mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Ini dapat membantu tubuh lebih tahan terhadap infeksi dan penyakit.

Minyak esensial dari bunga aster dapat digunakan dalam aromaterapi untuk merangsang perasaan relaksasi dan kenyamanan. Aroma yang lembut dapat membantu meredakan stres dan kecemasan. Dengan berbagai manfaat yang dimiliki banyak pembudidaya bunga hias tertarik untuk merawatnya dan membudidayakannya bahkan bunga tersebut banyak peminatnya.

Aster kayu biru

Ada banyak variasi hybrid dan spesies bunga aster saat ini, sebagian besar dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena bentuknya yang indah dan warna-warninya yang sangat memukau. Aster biasanya dijadikan sebagai bunga potong yang sering digunakan untuk berbagai acara. (Ramlee)

By Ramlee

One thought on “Aster, Bunga Cantik yang Mirip Bunga Matahari”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *