Ayam Saigon merupakan salah satu ras ayam petarung dari Vietnam yang cukup populer di kalangan penghobi ayam laga. Ayam Saigon, juga dikenal sebagai “Ayam Vietnam” atau “Gà Công” dalam bahasa Vietnam, telah menjadi simbol nasionalisme di negara tersebut. Ayam ini telah menjadi sumber kebanggaan bagi orang Vietnam dan telah menjadi bagian dari kebudayaan dan sejarah negara tersebut.

Ayam Saigon telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, dan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Vietnam selama berabad-abad. Ayam ini awalnya dipelihara oleh petani untuk menghasilkan telur dan daging, tetapi kemudian berkembang menjadi bagian dari kebudayaan dan tradisi Vietnam.
Orang Thailand menyebut ayam ini dengan sebutan ayam Saigon (Seingon). Ini terjadi karena zaman dulu orang-orang Thailand membeli ayam ini di kota Saigon yang sekarang berubah nama jadi kota Ho Chi minh. Ayam inilah yang menjadi bahan untuk membuat ayam modern di Thailand, seperti Magon (Mangon), Khoygon (Khoyngon), Khoytradgon (Khoytradngon).

Ayam Saigon dikenal sebagai ayam yang memiliki karakteristik pemberani dan sudah secara turun temurun dari generasi ke generasi dijadikan oleh masyarakat Vietnam sebagai ayam laga/ayam tangkas. ztradisi ayam tangkas/laga ada di Vietnam sudah ada sejak 700 tahun lalu.
Baca juga : Ayam Laga, Jenis Ayam yang Sangat Populer Jadi simbol Kejantanan Keberanian dan Kehormatan
Hingga kini tradisi itu masih terjaga dengan baik bahkan popularitas ayam Saigon semakin mendunia. Hal ini dibuktikan dengan semakin maraknya penyebaran ayam Saigon hingga ke beberapa negera tetangganya seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Kamboja, China, Pakistan, India, Amerika, dan masih banyak lainnya.

Masyarakat Thailand khususnya para penghobi ayam laga sudah sejak lama meng-import ayam Saigon sebagai bahan dasar persilangan. Sementara ayam Saigon masuk ke Nusantara sekitar tahun 70-80 an. Tepat setelah masuknya ayam Bangkok di masa-masa awal dulu.

Awalnya, ayam Saigon memang kurang diminati oleh para pecinta ayam petarung. Dikarenakan ayam Saigon dinilai memiliki cukup banyak kekurangan dan kelemahan seperti kurang begitu lincah pergerakannya, terutama pada saat hendak menyerang.

Karena pergerakannya yang lambat dan kurang lincah itulah, ayam Saigon sering kehilangan kesempatan untuk mencari celah dalam menyerang lawannya. Meskipun ayam Saigon memiliki pergerakan yang lambat pada saat menyerang, namun ayam ini memiliki fisik yang cukup kuat.
Baca juga : Ayam Pama, Ayam Petarung Hasil Persilangan Dua Jenis Ayam Laga
Fisik yang kuat merupakan salah satu keistimewaan ayam ini, karena tidak semua jenis ayam petarung memiliki fisik sama kuatnya. Kekuatan fisik ayam Saigon tersebut dapat dilihat dari struktur-struktur tulangannya yang kuat dan kokoh, dan otot-otot pada tubuhnya.

Sehingga, meski dengan pergerakan yang lambat, ayam Saigon cukup dapat bertahan dari pukulan atau serangan yang dilemparkan oleh lawan padanya. Kini, seiring dengan perkembangannya, banyak kalangan masyarakat terutama para pecinta ayam petarung yang mengincar dan menggemari ayam ini.

Ayam Saigon mempunyai mempunyai badan kekar berotot, tubuh atletis, tatapan mata tajam, kulit tebal dan merah dengan tulang rangka yang tebal. Pada umumnya tampilan ayam Saigon gundul di leher dan bagian paha atas, karena orang Vietnam punya tradisi mencukur bulu leher dan bulu paha atas, ada juga yang mencukur seluruh bulu dada hingga perut bawah.

Ayam Saigon mempunyai pukulan terkuat diantara jenis ayam aduan lainnya serta punya daya tahan yang kuat pula karena punya struktur tulangan besar dan kulit tebal. Nafas dan tenaga juga stabil untuk bertarung dalam durasi lama.
Baca juga : Ayam Aseel, Ayam Petarung Tertua di Dunia
Pertumbuhan bulu ayam Saigon lambat dibandingkan dengan jenis ayam lain sehingga anak ayam Saigon terlihat gundul tidak punya ekor dan sedikit sekali bulu di badannya pada umur dibawah 3 bulan. Dari segi bulu ayam Ga noi dibagi menjadi 2 macam yaitu Ga noi Ma lai dan Ga noi Ma Chi.

Ganoi Ma lai adalah ayam Saigon yang mempunyai bulu biang atau ayam jago yang bulunya mirip bulu ayam betina terutama pada ekor, rawis punggung, dan leher. Sedangkan Ga noi Ma Chi adalah ayam Saigon yang bulunya normal seperti ayam jago pada umumnya.
Sedangkan dari segi jalu atau taji, ayam Saigon juga dibagi 2 macam yaitu Ga noi Don (Ga Don) dan Ga noi Chua (Ga chua). Ga Don adalah ayam Saigon yang Jtajinya tumpul dan tidak bisa panjang. Sedangkan Ga chua adalah ayam Saigon yang tajinya bisa tumbuh panjang dan lancip. (Ramlee)
