Bromelia merupakan tanaman hias dari keluarga Bromeliaceae yang berasal dari Argentina dan Brazil. Daun yang beraneka warna dengan corak daun yang mempesona membuat tanaman ini disukai para pencinta tanaman hias.

Tanaman bromelia termasuk tumbuhan perintis yang sudah ada di awal sejarah kehidupan manusia. Fosil tanaman bromelia ditemukan di Kosta Rika, Amerika Tengah. Fosil tertua, Ceratophyllum bromeliodes, diperkirakan berumur kurang lebih 66 juta tahun Sebelum Masehi.

Beberapa bromelia memunculkan bunga dengan bentuk yang atraktif dan cantik. Kebanyakan bromelia tumbuh dengan susunan daun yang melingkar dan rapat berimpitan, dan biasanya tanpa batang. Salah satu spesiesnya, Ananas comusus, dikenal sebagai tanaman penghasil buah nanas.

Bromelia merupakan tanaman epifit

Tidak hanya berpotensi sebagai tanaman penghasil buah, 10 genus dari sekitar 56 keluarga Bromeliaceae memiliki potensi sebagai tanaman hias karena keindahan warna dan corak daunnya. Tanaman bromelia terdiri atas sekitar 3.000 spesies dan ratusan hingga ribuan hibrida. Tercatat hanya satu yang habitatnya di Afrika, yaitu Pitcairnia feliciana.

Baca juga : Lidah Mertua, Tanaman Hias Penyerap Polusi Udara

Ukuran tanaman bromelia sangat bervariasi, dari yang sangat kecil, yaitu Tillandsia, hingga yang paling besar, yaitu Puya raimondii yang tingginya dapat mencapai 10 meter. Di alam bebas, bromelia tumbuh pada lingkungan yang variatif, kebanyakan tumbuh pada pepohonan sebagai tanaman epifit. Ada juga yang tumbuh di tanah dan bebatuan.

Bromelia raksasa, Puya raimondii

Bromelia dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu Bromelioideae, Pitcairnioideae, dan Tillandsioideae. Dari ketiga sub-keluarga tersebut terdapat 57 genus. Namun, dari sekian genus tersebut yang paling umum dipelihara adalah Tillandsia, Vriesea, Aechmea, Guzmania, Neoregelia, Cryptanthus, dan Billbergia.

Bromelia termasuk tanaman hias yang minim perawatan dan bisa tumbuh di berbagai kondisi. Di luar negeri, tanaman bromelia memiliki julukan The Lazy Plant karena tanpa perawatan tanaman ini tetap bisa tumbuh baik.

Bromelia yang hanya ada di Afrika, Pitcairnia feliciana

Sebagian besar penyuka tanaman hias menganggap bromelia sebagai tanaman kering karena mampu tumbuh di daerah kering. Meski demikian, ada juga tanaman bromelia yang habitatnya di daerah tropis lembap, terutama yang daunnya tipis.

Tanaman bromelia juga bisa hidup di tanah dan ada juga yang hidup menumpang di batang tanaman lain atau benda-benda apa saja (Epifit). Bromelia yang hidupnya menumpang biasanya menempel pada tanaman lain atau benda di dekatnya tanpa mengambil makanan dari benda atau tanaman yang ditempelinya.

Bromelia Tillandsia fasciculata

Tanaman bromelia menyukai tempat lembap dengan sirkulasi udara baik. Idealnya, kelembapan yang dibutuhkan bromelia sekitar 60 persen dengan suhu antara 15-30 derajat Celsius. Keistimewaan bromelia terletak pada pola daunnya yang unik.

Baca juga : Sukulen, Tanaman Penghias Ruangan juga Bermanfaat untuk Kesehatan

Daun-daun bromelia berbentuk seperti pedang dengan warna hijau yang menawan. Daun-daun ini membentuk roset pada batang tanaman yang pendek. Setiap bromelia memiliki setidaknya 40 helai daun, yang ujungnya melengkung.

Bromelia Vriesea

Apa yang membuat bromelia semakin menarik adalah variasi dalam ciri-ciri daunnya. Beberapa spesies memiliki daun bergerigi, sementara yang lain memiliki daun yang halus tanpa gerigi. Daun-daunnya juga memiliki pola garis-garis hitam kecokelatan yang menawan.

Namun, daya tarik sejati bromelia terletak pada bentuknya yang unik dan warna bunga yang mencolok. Bunga-bunga bromelia bisa mekar dan bertahan hingga 1-3 bulan, memberikan sentuhan keindahan yang tahan lama.

Bromelia Aechmea fasciata

Selain itu, bromelia dapat ditanam sendiri dalam pot atau dapat dikelompokkan menjadi koloni yang memukau. Biasanya, tanaman ini dibiakkan melalui biji atau anakan. Ini akan memberikan berbagai cara menikmati keindahan alami bromelia dalam pengaturan yang berbeda.

Agar dapat tumbuh dengan baik bromelia membutuhkan media yang tepat. Yakni media yang bersifat porous atau dapat membuang air. Akar Bromelia tidak boleh tergenang air, karena akar akan membusuk yang kemudian menyebabkan kematian pada tanaman.

Bromelia Guzmania

Potongan sabut berbentuk kotak, cacahan akar pakis, atau sekam dapat digunakan sebagai media pada pot. Serbuk sabut kelapa sebenarnya dapat dipakai, tetapi harus diupayakan agar jarang ada penyiraman, karena sifat serabut kelapa yang dapat menahan air agar tidak cepat hilang.

Perlu juga diketahui, banyak jenis Bromelia yang bisa ditanam pada batang pakis atau pohon dan diikat dengan tali ijuk. Bila ditanam di hamparan halaman, media tanah bisa digunakan. Namun, perlu diupayakan bahwa lokasi yang digunakan tidak tergenang air.

Bromelia Neoregelia carolinae

Beberapa jenis bromelia mempunyai simpanan air, sehingga tidak memerlukan penyiraman rutin. Tanaman dapat bertahan hidup sepanjang simpanan air tidak habis. Jenis seperti Tillandsia usenoides cukup disemprot dengan butiran-butiran air yang halus sehari sekali.

Baca juga : Mengenal Kaktus Mini, Tanaman Hias Minimalis

Jenis seperti Cryptanthus, Dykia, dan Orthophyllum yang tidak mempunyai kemampuan untuk menyimpan air, cukup disiram 2-3 hari sekali. Semua jenis bromelia dapat diletakan di tempat yang agak teduh misalnya dibawah paranet 50%, atau terkena sinar matahari pagi.

Bromelia Cryptanthus acaulis

Hama yang biasanya menyerang tanaman ini adalah kutu putih, kutu sisik, dan belalang. Kutu putih atau kutu sisik dapat dihilangkan dengan menyeka daun menggunakan kain lembut yang telah dibasahi dengan air dan sedikit detergen.

Daun yang sudah tidak bisa ditolong sebaiknya dipotong. Dalam keadaan terpaksa, gunakan insektisida untuk mengatasinya. Sedangkan penyakit yang biasanya menyerang bromelia disebabkan oleh cendawan atau bakteri.

Bromelia Billbergia striata

Usahakan untuk menggunakan media yang steril untuk menangani bromelia. Bila penyakit sudah menyerang potong daun-daunnya, karena bonggolnya mungkin masih bisa menumbuhkan daun. Untuk mengendalikan cendawan bromelia bisa disemprot dengan larutan dithane. Hal ini perlu dilakukan pada musim hujan. (Ramlee)

By Ramlee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *