Buah Binjai (Mangifera caesia) merupakan buah tropis yang populer di Indonesia. Buah ini dikenal dengan rasa yang manis dan segar, serta memiliki berbagai manfaat kesehatan yang mengagumkan. Binjai adalah anggota keluarga mangga dan dapat ditemukan tumbuh subur di berbagai daerah di Indonesia.


Seperti dengan namanya, sebagian pakar meyakini bahwa buah ini berasal dari pulau Kalimantan. Buah binjai menyebar secara alami di Sumatra, Kalimantan dan Semenanjung malaysia. Kemudian binjai dibawa dan dibudidayakan oleh orang di Bali, Filipina dan juga Thailand.
Buah binjai juga dibudidayakan di Jawa bagian barat, namun agak jarang. Buah binjai menyebar di dataran rendah di bawah 400 m dari permukaan laut dan jarang hingga 800 m dari permukaan laut. Jenis ini tahan terhadap penggenangan, dan seringkali didapati dekat tepi sungai.

Buah Binjai memiliki nama lokal lain yakni binglu, kemang, atau beluno. Tanaman berbuah ini masih kerabat buah mangga dari famili Anacardiaceae yang sama-sama memiliki aroma harum dan rasa asam manis. Anacardiacea itu sendiri terdiri dari sekitar 82 genus dan banyak mengandung senyawa triterpen.
Baca juga : Bacang, Buah Kerabat Mangga yang Kaya Nutrisi dan Manfaat
Binjai merupakan buah berbiji dua atau dikotil yang pohonnya dapat tumbuh tinggi hingga lebih dari 30 meter, dengan yang paling tinggi tercatat hingga 45 m. Merupakan tanaman perennial atau dapat berumur panjang. Batang pohonnya tumbuh lurus ke atas dan berdiameter hingga 115 cm.

Pepagan (kulit kayu) berwarna cokelat kelabu dan beralur-alur. Semua bagian pohon, apabila dilukai, mengeluarkan getah keputihan yang tajam dan menggatalkan. Getah ini akan membeku dan menghitam setelah kena udara beberapa lama. Kulit batang berwarna abu-abu dan berkulit pecah-pecah.
Daun tunggal, tersebar, sering mengumpul dekat ujung ranting. Helai daun bentuk jorong sampai lanset, agak bundar telur terbalik, dengan panjang sekitar 7,5-41,5 cm dan lebar 2,5-11 cm.. Bertekstur kaku, menjangat, hijau mengilap di sebelah atas dan lebih pucat di bawah, dengan ibu tulang daun yang menonjol, pangkal yang melanjut dan ujung yang menumpul atau meluncip tumpul.

Sementara bunganya berwarna ungu hingga ungu muda dengan panjang sekitar 1 cm yang ditopang oleh perbungaan bercabang hingga 40 cm. Buah binjai berdaging cukup tebal dan berbentuk seperti buah pir. Ketika matang warnanya menjadi cokelat pucat, berukuran panjang 10-19 cm dan lebar 5-10 cm. Bijinya berwarna merah muda yag dilapisi kulit biji yang cukup keras.
Binjai berbunga di bulan Juni-Desember dan buah matang pada September-Maret. Buah binjai memiliki bentuk lonjong yang kurang lebih mirip seperti buah pepaya namun kulit buah binjai memiliki warna yang sedikit lebih gelap. Daging buah binjai memiliki warna putih susu yang khas, teksturnya bisa berserat atau hampir tak berserat.

Buah binjai sangat kaya dengan sari buah, dan memiliki aroma yang agak busuk, namun rasa buahnya berkisar dari yang masam hingga sangat manis. Biji buah binjai memiliki bentuk yang lonjong sampai lanset, dengan ukuran sekitar 7 x 4 cm.
Baca juga : Mangga Kasturi, si Manis Legit Flora Identitas Kalimantan Selatan
Dan kulit bijinya tipis serta tidak mengayu. Selain itu, biji binjai bersifat monoembrioni, yang berarti hanya memiliki satu embrio dalam setiap biji. Buah binjai dapat dimakan secara langsung atau diolah menjadi es buah, selai atau manisan dan juga campuran sambal.

Namun sebaiknya hindari konsumsi buah binjai ketika belum matang sempurna, karena sari-sarinya dapat mengiritasi mulut ketika tertelan. Bagian batangnya dapat dimanfaatkan untuk konstruksi ringan. Sementara daun mudanya dapat dijadikan lalapan pendamping.
Namun, sayangnya, produksi buah binjai ini tidak selalu melimpah setiap tahunnya. Masalahnya semakin diperparah ketika pemilik pohon binjai tergoda untuk menebangnya demi mengambil kayunya, karena buah binjai sendiri dinilai kurang menjanjikan untuk membantu pendapatan keluarga.

Buah binjai mengandung serat yang cukup tinggi, yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan. Serat dalam binjai dapat membantu melancarkan proses pencernaan dan mencegah sembelit. Mengonsumsi binjai secara teratur dapat meningkatkan pergerakan usus dan membantu membuang sisa makanan serta racun dalam tubuh, sehingga pencernaan tetap sehat.
Buah binjai kaya akan antioksidan, seperti vitamin C dan senyawa polifenol, yang dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat merusak sel-sel tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit jantung. Antioksidan dalam binjai membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Kandungan vitamin C yang tinggi dalam buah binjai sangat baik untuk kesehatan kulit. Vitamin C berperan dalam produksi kolagen, yang menjaga elastisitas kulit dan mencegah tanda-tanda penuaan dini. Mengonsumsi buah binjai dapat membantu menjaga kulit tetap sehat, cerah, dan elastis. Selain itu, sifat antioksidan dalam binjai membantu melawan kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.
Baca juga : Gandaria, Buah Eksotis yang Kaya Manfaat
Kandungan vitamin C dalam binjai juga berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C membantu tubuh melawan infeksi, meningkatkan produksi sel darah putih, dan mempercepat proses penyembuhan luka. Dengan mengonsumsi binjai, tubuh menjadi lebih kuat dalam melawan berbagai penyakit dan infeksi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa binjai dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kandungan serat dan senyawa fitokimia dalam binjai dapat mengikat kolesterol dan membantu membuangnya dari tubuh. Dengan menurunkan kadar kolesterol, buah binjai berperan dalam mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
Selain menurunkan kolesterol, binjai juga mengandung kalium, yang sangat penting untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal. Kalium berperan dalam merelaksasi pembuluh darah dan mengurangi dampak buruk dari natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah. Mengonsumsi binjai secara teratur dapat membantu mengatur tekanan darah dan mendukung kesehatan jantung. Dan masih banyak lagi manfaatnya yang lain. (Ramlee)
