Burung kenari termasuk salah satu burung paling populer bagi para penghobi burung kicauan. Yang jelas nenek moyang dari semua kenari yang ada sekarang (Serinus canaria) merupakan generasi anak cucu kenari liar (Serinus serinus) yang dapat ditemukan berkembang biak dengan bebas di Kepulauan Canary dan di daratan bagian timur laut Afrika. Jadi, awalnya burung kenari ini hidup liar di alam bebas.

Kenari bukanlah burung asli Kepulauan Canary, tetapi sengaja diperkenalkan sebagai burung kepulauan tersebut. Awalnya, ada sebuah kapal dengan sejumlah kandang sarat kenari karam di dekat pulau tersebut dan seorang pelaut melepaskan burung-burung itu dengan maksud agar tidak mati tenggelam.

Kepulauan itu sendiri mendapatkan namanya dari bahasa Latin “Canarias” yang berarti (pulau) anjing, karena banyaknya anjing liar yang ada di sana pada zaman dahulu. Banyak di antara burung tersebut akhirnya dapat mendarat ke pulau terdekat dan di sana mereka menemukan banyak makanan dan iklim yang cocok untuk berkembang biak.

Burung kenari (Serinus canaria) pertama ditemukan oleh pelaut berkebangsaan Perancis, Jean de Berthan Cout. Kenari ditemukan pada abad ke-15. Jean de Berthan Cout sangat terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya. Hal tersebut membuat beberapa pelaut Spanyol membawa burung kenari ke Eropa dan menangkarkannya, setelah negara itu menguasai Kepulauan Canaria.

Warna bulu Kenari yang beraneka ragam

Dulu, burung kenari sangat digemari para kaum bangsawan. Bahkan, kenari sering disebut dengan julukan sebagai burung “priyayi” oleh sebagian penggemarnya. Penyebutan ini karena burung ini diperlakukan sangat istimewa dalam pemeliharaannya. Misalnya, kenari dibuatkan kandang khusus agar lolos dari gigitan nyamuk.

Pada abad ke 17, burung kenari mulai terdomestikasi atau dikembangbiakkan oleh manusia. Kala itu, keindahan burung kenari membuat banyak orang dari Spanyol, Inggris, dan Italia memelihara burung ini. Burung kenari dahulu pernah menjadi komoditas mahal karena hanya dimiliki oleh kalangan menengah ke atas.

Namun seiring waktu, burung kenari menjadi sesuatu yang umum dan mulai banyak orang yang mengembangbiakkan burung tersebut di berbagai negara. Burung kenari sempat menyimpan kisah tersendiri ketika burung mungil ini menjadi alat pendeteksi racun pada 1970-an di Inggris.

Pada area pertambangan disana, terdapat kotak bernama Canary Resusciators dimana di dalamnya terdapat burung kenari hidup. Ketika terjadi kecelakaan tambang, semisal ledakan yang terjadi di dalam tambang yang diprediksi memunculkan gas beracun seperti karbon monoksida, maka para penambang akan datang ke area tersebut dan membuka pintu kecil khusus kotak yang berisi burung kenari tersebut.

Si kecil penyanyi merdu

Reaksi burung kenari ketika udara dari dalam tambang masuk ke kotak tersebut adalah yang ditunggu-tunggu para penambang. Apabila burung kenari mendadak pingsan atau kejang-kejang, maka dipastikan ada gas beracun di area tersebut. Hal ini terjadi dikarenakan makhluk berukuran lebih kecil seperti burung kenari ini, memiliki metabolisme lebih cepat daripada manusia. Namun seiring kemajuan jaman, cara deteksi gas beracun dengan burung kenari tersebut sudah ditinggalkan.

Meski berawal dari kepulauan, Burung kenari termasuk jenis burung yang mampu beradaptasi di berbagai wilayah di dunia. Burung kenari disukai manusia karena suara yang merdu dan bulu indahnya yang berwarna-warni.

Keaneka ragaman burung kenari saat ini merupakan perkembangan keturunan kenari liar. Faktor penyebab banyaknya jenis kenari karena kondisi alam. Penyebab lainnya adalah kawin silang yang terjadi sejak lima abad yang lalu.

Dari perkawinan silang itu menghasilkan varietas kenari berwarna putih, kuning, cokelat, dan merah. Juga akhirnya muncul pula beberapa jenis kenari, antara lain: Norwich, Scoth Fancy, Bolder Fancy, London Fancy, Yorkshire, Lanchaisire, dan Gloser. Negara Belanda kini lebih dikenal sebagai negara pengekspor kenari Indonesia. Para impotir burung mendatangkan kenari dari Inggris, Jerman, dan Belgia.

Secara umum, burung kenari tidak termasuk kategori hewan yang terancam punah. Karena terdapat banyak macam spesies turunan dan hampir selalu ada di berbagai belahan dunia. Namun, untuk spesies burung kenari tertentu, termasuk kedalam satwa kicau yang dilindungi. Melalui Permen LHK Nomor P20/2018, burung kenari Melayu (Chrysocorythus estherae) menjadi satwa yang dilindungi karena populasinya menurun hingga 50% di habitat asli.

Dengan sangkar sederhana kenari dapat dikembangbiakkan

Selain dipelihara di rumah-rumah, burung kenari juga banyak dikembangbiakkan oleh manusia, terlebih kini banyak agenda kontes kicau burung kenari di berbagai tempat di Indonesia. Beberapa tahun lalu perkembangan burung ini sempat menurun, namun ini dengan semakin banyaknya event melombakan burung ini, pamor burung kenari juga ikut terangkat kembali.

Ada lima “varietas” burung kenari yang dikenal saat ini.

Varietas pertama adalah varietas lagu (song variety) yakni hasil pengembangan kenari untuk menghasilkan kenari dengan kemampuan bernyanyi yang bagus dan sedikit banyak mengabaikan masalah warna burung tersebut.

Varietas kedua adalah varietas kenari warna (color bred variety) yang merupakan hasil pengembangbiakan yang mengejar kualitas warna dengan sedikit banyak mengabaikan keindahan nyanyian si kenari.

Varietas ketiga adalah kenari postur (canary of posture) yakni kenari yang dikembangkan dengan sedikit memperhatikan warna bulu dan sama sekali tidak mempermasalahkan masalah lagu dari burung kenari tersebut.

Varietas keempat adalah kenari yang merupakan keturunan silang atau hybrid (the mule and hybrid canaries) yakni kenari hasil persilangan antara kenari dengan burung jenis finch lainnya. Ini dimaksudkan untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat tertentu yang menonjol, apakah itu di masalah warna, lagu, postur, atau kombinasi di antara tiga varietas yang disebut sebelumnya (ini contohnya adalah persilangan Lizard dengan Yorkshire, atau Yorkshire dengan Blacktrouth dan sebagainya).

Varietas kelima adalah varietas hasil persilangan dari semua ragam varietas di atas yang direkayasa bukan untuk tujuan khusus karena yang penting “bisa memuaskan” hasrat orang yang menangkar untuk bisa meghasilkan burung, apapun jenisnya.

Varietas yang dikembangkan dan yang “punah”. Varietas kenari ini bisa dibagi dalam varietas yang relatif masih ada dan terus dikembangkan dan varietas langka atau saat ini hampir tidak ada varietas aslinya. Jadi burung ini akan terus ditemukan jenis -jenis baru hasil campur tangan manusia. (Ramlee)

By Ramlee

7 thoughts on “Burung Kenari, Burung Kecil Bersuara Merdu”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *