Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan ikan konsumsi air tawar yang cukup berkembang di Indonesia. Ikan mas salah satu ikan introduksi yang telah lama berkembang biak dan tersebar hampir di seluruh Indonesia. Ikan introduksi adalah suatu jenis ikan yang bukan berasal dari habitat asli atau daerah sebaran zoogeografisnya.

Ikan mas memiliki nilai ekonomis penting di Indonesia. Meski populer di Indonesia, ternyata ikan mas berasal dari Cina, Taiwan, Jepang, dan Eropa. Menurut beberapa sumber ikan mas yang ada di Indonesia merupakan ikan mas yang berasal dari Tiongkok Selatan dan telah berkembang di daerah Ciamis, Jawa Barat pada abad ke 19.

Konon, ikan mas sudah menjadi hewan peliharaan sejak 475 SM di China. Ikan yang berasal dari famili Cyprinidae ini kerap dibudidayakan oleh masyarakat untuk dikonsumsi. Selain itu ikan mas punten dan ikan mas majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia.

Ikan mas di habitat alaminya

Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya. Ada yang memeliharanya sebagai ikan hias, tetapi ada juga yang mengomsumsinya sebagai santapan yang lezat. Di beberapa daerah di Indonesia, ikan ini memiliki julukan yang berbeda-beda, mulai dari ikan tombro, ikan raja, ikan tikeu, ikan kacra, dan ikan rayo.

Jenis-jenis ikan mas secara umum dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yakni ikan mas konsumsi dan ikan mas hias. Jenis ikan mas konsumsi adalah jenis-jenis ikan mas yang dikonsumsi atau dimakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang berasal dari hewan. Sementara itu, jenis ikan mas hias umumnya digunakan untuk memenuhi kepuasan batin atau untuk hiasan (pajangan) dan dipelihara di kolam-kolam taman atau akuarium.

Ikan mas menyukai perairan dengan arus yang relatif tenang

Ikan air tawar satu ini berada di habitat air tawar yang airnya tidak terlalu dalam serta tidak memiliki aliran yang terlalu deras. Ikan Mas dinilai dapat hidup pada ketinggian 150 hingga 600 meter di atas permukaan air laut serta suhu 25-30 derajat celcius.

Baca juga : Ikan Mas Koki, Bentuk dan Cara Berenangnya Membuatnya Jadi Populer

Sama halnya seperti Ikan nila, Ikan mas ini dapat ditemui pula pada perairan payau maupun muara sungai yang memiliki kadar garam atau salinitas sebesar 25 hingga 30 persen. Ikan mas merupakan pemakan segala (omnivora) baik tumbuhan maupun binatang-binatang renik.

Ikan mas tengah menyantap makanan kesukaannya

Namun makanan utama ikan mas adalah tumbuhan serta binatang yang berada di dasar dan tepi perairan tempat ikan mas tersebut hidup. Terdapat tiga sub-spesies ikan mas, yakni Cyprinus carpio communis, Cyprinus carpio specularis, dan Cyprinus carpio coiaceus. Perbedaan ketiga sub-spesias ikan itu tampak dari pola sisiknya.

Ikan mas umumnya tumbuh dengan panjang tubuh 30 hingga 60 cm dengan bobot sekitar 0,5 hingga 4 kg. Namun, tidak jarang juga yang bobotnya bisa mencapai 15 hingga 20 kg. Ikan mas jantan memiliki sirip perut yang lebih besar dari betina.

Seorang pemancing berhasil menangkap ikan mas berukuran raksasa di Danau Toba

Ciri khas ikan mas yang paling mudah dikenali adalah bentuk mulutnya. Pada dasarnya, mulut ikan mas bersifat protaktil atau menonjol ke luar. Gerakan semacam ini bisa dilihat secara jelas ketika ikan berusaha meraih makanan yang ada di hadapannya.

Tidak hanya itu, di bagian mulut ikan mas juga terdapat dua pasang sungut di bagian anterior. Selain mulut, ikan mas juga memiliki hidung sebagai identitas pembeda dengan jenis ikan lainnya. Hidung ikan mas berada tepat di ujung kepala.

Menurut berbagai penelitian, ikan mas ini juga memiliki gigi berjenis pharyngeal teeth yang berbentuk seperti kerongkongan. Komposisi gigi semacam ini terdiri dari gigi geraham sebanyak tiga baris. Warna tubuhnya sangat bervariasi, tapi dipastikan sisiknya selalu besar dan tebal. Ikan jantan biasanya berwarna lebih terang dari ikan mas betina. Biasanya, warna ikan ini meliputi kekuningan, merah, oranye, serta abu-abu kehitaman.

Salah satu ciri paling mudah untuk mengenali jenis ikan tertentu adalah dengan melihat siripnya. Pada ikan mas memiliki banyak sirip yang tumbuh di beberapa bagian tubuhnya, salah satunya pada punggung yang berbentuk memanjang dan letaknya berseberangan dengan permukaan sirip perut.

Ikan mas konsumsi banyak dibudidayakan di Indonesia

Pada bagian belakang sirip tersebut terdapat semacam tulang atau duri yang keras. Ikan mas juga memiliki sirip ketiga dan keempat dengan bentuk bergerigi. Sementara sirip dubur ikan mas nyaris sama seperti sirip punggungnya. Yaitu memiliki jari-jari keras dengan ujung bergerigi. Selain itu, ada pula sirip ekor yang bertipe homoserkal karena terdiri dari dua cabang yang sama panjang.

Tubuh ikan mas berbentuk bilateral simetris, artinya tubuh ikan ini berukuran sama antara kanan dan kiri. Hal ini bisa dibuktikan saat kita membelah tubuh ikan mas menjadi dua bagian. Dengan demikian akan terlihat sisi tubuh kanan dan kirinya terlihat simetris atau sama besar.

Ikan mas hias dipelihara di dalam akuarium

Ikan mas dapat ditemukan di mana saja, seperti waduk buatan atau alami, kolam, sungai, hingga danau. Ikan mas cenderung menyukai perairan yang lebih besar dengan endapan sedimen di bawahnya. Sebetulnya, ikan ini memiliki toleransi yang tinggi pada berbagai tipe habitat.

Baca juga : Oranda, Ikan Mas Koki Berjambul yang Menawan

Namun, karena kemampuan tersebut, keberadaan satwa ini dapat mengancam populasi ikan lokal di sekitarnya. Oleh sebab itu, ikan mas disebut juga ikan yang invasif. Sementara, distribusinya juga sangat luas, yakni hampir di seluruh dunia, kecuali daerah Kutub dan Asia Utara.

Ikan mas punten

Umumnya, ikan mas liar hidup di sungai, kubangan, atau di perairan dangkal terbatas, seperti waduk dan danau. Ikan mas lebih banyak menghabiskan waktunya berenang di bawah air, namun sesekali mengarah ke permukaan saat mencari makan.

Ikan mas sangat suka hidup di daerah perairan yang kedalamannya mencapai 1 meter dengan aliran air cenderung pelan. Tidak hanya itu, ikan ini juga sangat menyukai daerah perairan yang subur karena di tempat seperti ini makanan alami sangat melimpah. Ikan mas bersifat thermofil, yaitu mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungannya.

Ikan mas majalaya

Berdasarkan cara memangsanya, ikan mas termasuk golongan ikan pengisap atau sucker karena mengambil makanan dengan cara mengisap tanpa memilih. Ikan mas adalah jenis ikan omnivora yang sangat menyukai tanaman air.

Bahkan, terkadang ikan ini memangsa ikan-ikan lain yang berukuran lebih kecil. Selain itu, ikan mas juga menyukai moluska, annelida, krustasea, telur ikan, dan makroinvertebrata lainnya. Umumnya, ikan mas yang hidup di penangkaran dapat berumur hingga 47 tahun.

Sementara ikan mas yang hidup di alam biasanya dapat mencapai usia 17 hingga 20 tahun. Selain itu, ikan mas hidup dalam kelompok kecil, kecuali pada ikan mas dewasa yang biasa hidup menyendiri. Siklus hidup ikan mas dimulai dari perkembangan di dalam gonad (ovarium pada ikan betina yang menghasilkan telur dan testis pada ikan jantan yang menghasilkan sperma).

Sebenarnya pemijahan ikan mas dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun, di habitat aslinya, ikan mas sering memijah pada awal musim hujan, karena adanya rangsangan dari aroma tanah kering yang tergenang air.

Ikan mas sinyonya

Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah, induk-induk ikan mas aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air. Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan.

Sifat telur ikan mas adalah menempel pada substrat. Telur ikan mas berbentuk bulat, berwarna bening, berdiameter 1,5-1,8 mm, dan berbobot 0,17-0,20 mg. Ukuran telur bervariasi, tergantung dari umur dan ukuran atau bobot induk. Embrio akan tumbuh di dalam telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa.

Ikan mas merah

Antara 2-3 hari kemudian, telur-telur akan menetas dan tumbuh menjadi larva. Larva ikan mas mempunyai kantong kuning telur yang berukuran relatif besar sebagai cadangan makanan bagi larva. Kantong kuning telur tersebut akan habis dalam waktu 2-4 hari. Larva ikan mas bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara 0,5-0,6 mm dan bobotnya antara 18–20 mg.

Baca juga : Ikan Nila, Jenis Ikan Air Tawar yang Banyak Dibudidayakan dan Dikonsumsi Masyarakat

Larva berubah menjadi kebul (larva stadia akhir) dalam waktu 4-5 hari. Pada stadia kebul ini, ikan mas memerlukan pasokan makanan dari luar untuk menunjang kehidupannya. Pakan alami kebul terutama berasal dari zooplankton, seperti rotifera, moina, dan daphnia. Kebutuhan pakan alami untuk kebul dalam satu hari sekitar 60-70% dari bobotnya.

Seorang pedagang ikan di pasar menjual ikan mas dalam kondisi hidup

Setelah 2-3 minggu, kebul tumbuh menjadi burayak yang berukuran 1–3 cm dan bobotnya 0,1-0,5 gram. Antara 2-3 minggu kemudian burayak tumbuh menjadi putihan (benih yang siap untuk didederkan) yang berukuran 3–5 cm dan bobotnya 0,5-2,5 gram. Putihan tersebut akan tumbuh terus. Setelah tiga bulan berubah menjadi gelondongan yang bobot per ekornya sekitar 100 gram.

Gelondongan akan tumbuh terus menjadi induk. Setelah enam bulan dipelihara, bobot induk ikan jantan bisa mencapai 500 gram. Sementara itu, induk betinanya bisa mencapai bobot 1,5 kg setelah berumur 15 bulan. Induk-induk ikan mas tersebut mempunyai kebiasaan mengaduk-aduk dasar perairan atau dasar kolam untuk mencari makanan.

Ikan mas asam manis yang sedap

Ikan mas merupakan salah satu menu makanan sehat yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain mengandung gizi dan nutrisi penting bagi tubuh, ikan ini juga menjadi pilihan lauk karena harganya yang terjangkau.

Konsumsi ikan mas sangat baik bagi kesehatan karena mengandung protein, kalsium, fossor, kalium, dan vitamin A. Ikan mas juga mengandung vitamin B1 dan B3, zat besi, hingga beta karoten. Selain itu, mengonsumsi ikan mas secara rutin dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan sistem pencernaan, mengatasi peradangan, hingga mencegah asma. (Ramlee)

By Ramlee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *