Pengcab. PPDSI Blitar baru saja menggelar even akbar. Lomba derkuku bertajuk Bupati Blitar Cup #4, Liga Derkuku Indonesia Putaran 4 yang digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026 di Lapangan Pasar Wisata Desa Temenggungan Jl. Totok Kerot, Temenggungan, Kec. Udanawu, Kab. Blitar. Panitia mampu mempersembahkan lomba dengan kemasan luar biasa.

“Gelaran Bupati Blitar Cup merupakan agenda tahunan dari PPDSI Blitar dan masuk kalender Liga Derkuku Indonesia,” jelas Dhimas Nugroho, salah satu anggota Panitia. “Pengcab Blitar mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Liga Derkuku Indonesia 2026 Putaran 4. Kali ini bertepatan dengan HUT RI ke-81 dan HUT Blitar ke-702.”

Pramono S.E. tengah memberikan sambutan

Kemeriahan gelaran Bupati Blitar Cup #4, terasa begitu luar biasa. Bukan saja karena kehadiran dekoe mania semata, namun nuansa yang tercipta beda dari biasanya. Lapangan Pasar Wisata Desa Temenggungan, penuh sesak oleh dekoe mania Nusantara. Beberapa diantaranya mengakui jika lapangan ini adalah yang terbaik untuk gelaran LDI.

Gantangan di Pasar Wisata Desa Temenggungan ditunjang dengan fasilitas lengkap yang menambah nyaman pelomba. “PPDSI, P3SI, dan P4SI bersama Bumdes Lestari Desa Tumenggungan berupaya untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan baik fasilitas, sarana dan prasarana maupun layanan lomba yang terpadu sehingga kedepan bisa maju bersama,” jelas pemilk Gada Bird Farm ini.

Juri-juri yang bertugas

Para mania derkuku dari berbagai kota di Indonesia, ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dari data panitia, peserta berasal dari Jakarta, Bogor, Jogjakarta, Purworejo, Solo, Nganjuk, Kediri, Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Bondowoso, dan Situbondo. Panitia membuka empat blok untuk tiga kelas, yakni kelas Senior, Yunior, dan Pemula.

“Alhamdulillah, gelaran Bupati Blitar Cup #4 diikuti banyak peserta. Rekan-rekan dekoe mania yang datang dari berbagai kota yang ada di Pulau Jawa ternyata memberikan respon bagus terhadap yang kami lakukan,” terang Dhimas. Ratusan burung derkuku beradu keindahan alunan anggung masing-masing.

Suasana jalannya lomba

Dengan rincian kelas Senior ada 36 (1 blok), kelas Yunior 42 (1 blok), dan Pemula 84 (2 blok). Semua tiket yang dicetak panitia nyaris habis tak bersisa. Peserta membludak di kelas Pemula. Panitia terpaksa menolak beberapa peserta, karena keterbatasan tempat. Panitia yang ingin ikut ngerek harus mengalah ke dekoe mania luar kota.

Sepertinya semenjak aturan batasan nilai untuk kelas Pemula dan Yunior dikembalikan ke aturan yang lama, antusiasme dekoe mania kembali meningkat. “Hari ini Pengcab PPDSI Blitar kedapatan menjadi tuan rumah pelaksanaan gelaran Liga Derkuku Indonesia 2026 Putaran 4,” terang Pramono S.E, selaku Ketua Panitia.

Bambang TKL dan Anton WDN bersemangat kawal gacoannya

Kegiatan tersebut merupakan wujud tanggung jawab PPDSI Blitar saat diberikan amanah untuk menjadi pelaksana acara. “Sebuah kepercayaan besar bagi kami karena bisa dipercaya menjadi tuan rumah Liga Derkuku Indonesia Putaran 4,” sambung Pramono yang juga sebagai Kepala Desa Temenggungan.

“Dengan kerjasama dan kerja keras yang kami lakukan bersama beberapa pihak, kami bisa melaksanakan acara sesuai harapan.” Pramono mengucapkan selamat datang kepada segenap dekoe mania dan ucapan terima kasih atas dukungan sponsor dan doorprize sehingga para peserta lebih bersemangat mengikuti lomba.

Terik matahari tidak menjadi halangan bagi pelomba

Dalam kesempatan yang sama Pramono mempunyai harapan tersendiri yang disampaikan dalam sambutannya sebelum lomba dimulai. “Saya berharap bukan saja tata tertib saja yang diperbaiki, tetapi juga penilaian jangan sampai menurun. Juri harus terus mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dalam menilai burung, sehingga bisa lebih profesional.”

“Juri-juri yang bertugas juga harus menjaga netralitasnya dalam memberikan penilaiannya. Tunjukkan profesionalitas sebagai juri sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan lomba tetap bisa eksis dihadiri semua pecinta dan pelomba derkuku.”

Sri Handayani serahkan uang pembinaan kepada Sigit B2W setelah Kamajaya juara di kelas Senior

Ada sedikit kejutan dari Panitia, karena juara pertama di masing-masing kelas mendapatkan uang pembinaan. Juara 1 di kelas Senior mendapatkan Rp.1,5 juta, kelas Yunior mendapatkan Rp. 1 juta, dan kelas Pemula mendapatkan Rp. 500 ribu. Tidak itu saja, puluhan doorprize menarik siap dibawa pulang bagi yang beruntung dengan hadiah utama berupa 2 unit sepeda gunung.

Uang pembinaan dan hadiah utama berasal dari donasi Sri Handayani. “Ibu Sri Handayani adalah tokoh masyarakat asli Blitar. Beliau bukan pejabat atau tokoh politik. Ibu Sri menikah dengan orang Hongkong dan menetap disana,” ujar Dhimas.

Para juara di kelas Senior

“Beliau sangat peduli dengan kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Ibu Sri Handayani sebenarnya jarang pulang ke Indonesia, kebetulan saat ini beliaunya sedang pulang kampung dan berkesempatan menyaksikan dan memberikan uang pembinaan secara langsung.”

Cuaca cerah dengan angin yang berhembus pelan mengawal acara dari awal hingga akhir. Empat babak penjurian juga tidak mengalami masalah. Seluruh rangkaian berjalan lancar dan aman. Sampai akhirnya ditetapkan posisi kejuaraan. Lokasi yang jauh dari keramaian jalan membuat suara anggung burung derkuku dapat terdengar dengan jelas, dan memudahkan juri memberikan penilaiannya.

Juara di kelas Yunior

Untuk podium pertama di kelas Senior berhasil menjadi milik Kamajaya andalan B2W BF Godean, burung dengan ring B2W 3688 yang dikerek pada nomor 138. Kemenangan ini membuat Kamajaya berhak atas poin 200. Tempat kedua ditempati Dewangga ring B2W 3109 milik B2W BF, yang dikerek pada nomor 144 dengan raihan poin 180.

Dan ditempat ketiga, ada Kaisar Muda MKS 1332 orbitan Mbah Demang Kediri, dikerekan nomor 149 dengan raihan poin 160. Yang sedikit mengejutkan menepinya Bimo Kurdo dari persaingan tiga besar setelah tampil dengan kinerja yang tidak maksimal dan hanya mampu menduduki peringkat ke-6.

Barisan juara kelas Pemula

Di kelas Yunior, podium juara didapat Malioboro ring DB 20 amunisi Rudy Jogja, yang dikerek di nomor 88 dan amankan poin 150. Lalu Fir’aun ring LMS 649 besutan Mbah Demang Kediri, yang menempati nomor kerekan 90 raub poin 135 di tempat kedua. Dan posisi ketiga ada Ontoseno milik B2W BF Godean ring B2W 0446 pada kerekan nomor 112 serta raih 120 poin.

Di kelas Pemula, podium juara pertama menjadi milik Perdana ring DM 626 milik DM BF Tulungagung pada kerekan nomor 38 dan rebut poin 100. Tempat kedua direbut Bintang Semeru ring Semeru 73 milik Saiful Bahri Situbondo pada kerekan nomor 33 dengan 90 poin. Dan tempat ketiga ada Raja Panji ring Santri 110 andalan Sakur Jayadi Situbondo di tiang 24 serta amankan 80 poin di tangga klasemen.

Panitia sediakan puluhan doorprize menarik

Dengan hasil yang didapat masing-masing jawara di LDI Putaran 4 dan dengan hanya menyisakan satu putaran saja, maka Malioboro sudah memastikan menjadi yang terbaik di kelas Yunior LDI 2026. Sementara kelas Senior dan Pemula, menunggu hasil gelaran LDI Putaran 5 Piala Raja Hamengkubuwono Cup yang akan dilangsungkan pada 20 September 2026 nanti. (Ramlee/GD)

By Ramlee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *