Buah Salju (Inga edulis) merupakan buah langka khas Bedugul, Bali. Namun buah ini juga banyak ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan. Bahkan sangat populer di peru, Venezuela, dan Kolombia. Buah ini juga dikenal dengan nama ice cream bean. Pohon buah salju biasanya tumbuh di daerah tropis maupun daerah yang lebih dingin.


Buah salju termasuk dalam anggota famili kacang polong (Fabaceae). Spesies itu terkenal dengan buahnya yang dapat dimakan. Oleh karena itu, tanaman ini dibudidayakan di Amerika Selatan dan Tengah secara luas. Buah salju merupakan tumbuhan asli dari hutan Amazon.
Buah salju merupakan tanaman tropis di dataran rendah yang panas, lembap, yang juga dapat ditemukan pada ketinggian hingga 2.200 m dpl. Habitatnya ditemukan tumbuh di dataran banjir sungai, hutan dataran tinggi di tepi sungai, hutan hujan yang berdekatan, hutan lembap, basah, atau kadang-kadang agak kering, atau di tempat terbuka.

Di Peru, spesies ini ditemukan tumbuh di semak belukar dan rawa berhutan pada ketinggian 110 – 540 m dpl. Buah salju dapat tumbuh paling baik di daerah di mana rata-rata suhu tahunan siang hari berada dalam kisaran 23 – 30 °C, tetapi dapat mentolerir 18 – 35 °C. Dengan curah hujan tahunan rata-rata dalam kisaran 1.200 – 2.500 mm, tetapi mentolerir 640 – 4.000 mm.
Baca juga : Sacha Inchi Kacang dari Hutan Amazon dengan Begitu Banyak Manfaat
Pertumbuhan yang optimal menghendaki posisi area yang cerah atau mendapat sinar matahari penuh, tetapi juga berhasil dalam naungan belang-belang. Tumbuh subur di semua jenis tanah dalam rentang pH 4-8. Spesies ini dapat menangani beberapa genangan air selama 2 – 3 bulan setiap tahun dan juga sangat tahan terhadap periode kekeringan pendek.

Tanaman buah salju mempunyai batang berbentuk silinder dengan kecenderungan untuk mengerut dan bercabang dari dekat pangkalnya. Cabang-cabangnya membentuk kanopi yang luas, datar, dan cukup rapat. Kulit kayunya berwarna abu-abu pucat dan halus, serta memiliki lentisel panjang yang juga berwarna pucat.
Ranting dan batang muda memiliki penampang yang berbentuk siku-siku dan terbungkus oleh rambut cokelat pendek yang halus. Daunnya tersusun secara berganti-ganti (alternate), menyirip, dengan panjang sekitar 10-30 cm, memiliki 4-6 pasang anak daun yang berseberangan.


Bentuknya oval, berwarna hijau tua, dan agak berbulu halus. Pasangan daun paling ujung lebih besar dari pasangan yang berada di bagian dasar daun. Di antara setiap anak daun, terdapat kelenjar nektar pada batang daun yang cukup besar (berukuran 2 hingga 3 mm).
Anak daun dan batang daun tertutupi oleh rambut cokelat yang padat, pendek, dan kasar. Bunganya umumnya memiliki aroma harum, dengan kelopak berbentuk tabung memiliki 5 lobus (panjangnya berkisar 4 hingga 9 mm), sedangkan mahkota bunganya juga berbentuk tabung dengan 5 lobus (panjang 13 hingga 25 mm).

Benang sari yang cukup banyak, berwarna putih dengan panjang hingga 4,5 cm, tergabung dalam tabung di bagian bawah bunga. Buahnya berbentuk polong, berusuk membujur atau bergerigi, dapat berupa garis lurus, melengkung, atau sering kali berbelit secara spiral, berwarna cokelat kekuningan hingga hijau.
Baca juga : Kacang Hijau, Sumber Protein Nabati dan Penyubur Tanah
Di dalam polong tersebut terdapat biji berbentuk bulat telur (ovoid), jumlah biji bervariasi, 10-20 biji, berwarna hitam keunguan hingga berwarna zaitun. Biji ini dikelilingi oleh daging buah yang lembut dan manis, mirip dengan tekstur kapas, berwarna putih.

Perbanyakan tanaman buah salju paling efektif dan umum dilakukan melalui biji. Biji buah salju memiliki daya kecambah tinggi (hingga 100%) dan dapat tumbuh dalam 3-6 hari setelah tanam. Teknik perbanyakan melalui biji sering kali menghasilkan lebih dari satu bibit per biji (poliembrioni).
Tanaman buah salju (Ice Cream Bean/Inga edulis) di Bedugul, Bali, umumnya dipanen pada bulan Desember, meskipun buahnya dapat ditemukan berbuah dalam kurun waktu 6 bulan sekali. Puncak kematangan buah sering terjadi pada bulan-bulan akhir tahun hingga awal tahun baru. Meskipun berbuah dua kali setahun (tiap 6 bulan), musim panen utama yang menghasilkan buah terbanyak biasanya terjadi di sekitar akhir tahun (Desember).

Buah yang matang memiliki ukuran gemuk/besar dan terasa berat, sedangkan buah yang masih tipis atau kosong berarti belum matang. Buah salju sering kali tumbuh di bagian atas pohon yang tinggi, dan buah yang sudah tua mudah copot atau jatuh sendiri.
Buah Salju dapat dinikmati dengan berbagai cara, baik dalam keadaan segar maupun diolah menjadi berbagai hidangan yang lezat dan menyehatkan. Cara paling sederhana untuk menikmati Buah Salju adalah dengan memakannya langsung dalam keadaan segar.

Jus Buah Salju merupakan cara yang menyegarkan untuk menikmati manfaat kesehatan dari buah ini. Cukup blender beberapa buah Salju dengan air dingin, es batu, dan sedikit madu jika ingin menambah rasa manis alami. Jus ini bisa dinikmati kapan saja, terutama di siang hari yang panas.
Baca juga : Kacang Merah, Jenis Kacang-kacangan dengan Kandungan Nutrisi Tinggi
Buah Salju khas Bedugul tidak hanya memiliki rasa yang enak, tetapi juga kaya akan manfaat gizi yang penting bagi kesehatan. Dengan kandungan antioksidan, serat, vitamin, dan mineral yang tinggi, Buah Salju dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga menjaga kesehatan pencernaan.

Meski belum setenar buah tropis lain, buah salju memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Jika dibudidayakan secara serius, buah salju dapat memberikan keuntungan bagi petani sekaligus memperkaya keragaman buah nusantara. Buah salju mungkin masih terdengar asing di telinga banyak orang, namun pesonanya tidak bisa dianggap remeh.
Warnanya yang putih bersih, rasanya yang segar, serta khasiatnya yang melimpah membuat buah ini layak mendapat perhatian lebih. Dengan semakin berkembangnya informasi dan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, tidak menutup kemungkinan buah salju akan menjadi salah satu primadona baru di pasar buah tropis Indonesia. (Ramlee)
