Bunga lilin (Pachystachys lutea) merupakan tanaman hias yang populer karena keindahan bunga yang berwarna kuning cerah. Bunga lilin berasal dari Amerika Selatan dan Meksiko. Tanaman bunga lilin termasuk tanaman hias perdu subtropis dengan tunas daun.

Nama ilmiah Pachystachys lutea berasal dari kata Yunani “pakhus” yang berarti “tebal” dan “stachys” yang berarti “paku”, merujuk pada bracts kuning tebal yang menyerupai lilin. Di Indonesia, tanaman ini juga dikenal dengan nama bunga lollipop.
Bunga lilin dikenal sebagai tanaman hias yang rajin berbunga kuning sangat menawan dan dapat membuat hati bahagia. Tanaman ini juga dikenal dengan beberapa nama, seperti bunga lilin, kembang lilin, lolipop plant, dan golden shrimp plant.

Bunga lilin memiliki batang yang tegak dan bercabang, dengan tinggi mencapai 0,5 hingga 2,5 meter di habitat aslinya. Batangnya berbentuk bulat, beruas-ruas, kasar saat disentuh, dan memiliki warna yang bergradasi antara hijau dan coklat.
Baca juga : Adenium, Tanaman Hias Cantik dari Gurun Mirip Bonsai dengan Bunga Menawan
Daun pada tanaman ini bersifat tunggal dan bertemu satu sama lain secara berhadapan tanpa tangkai. Helaian daunnya berbentuk lanset dengan ujung dan pangkal yang tajam. Permukaan daunnya kasar, panjangnya berkisar antara 5 hingga 15 cm. Daun bunga lilin terdapat pertulangan menyirip.

Bunga pada tanaman lilin ini mekar pada musim panas dengan bunga majemuk yang tumbuh di ujung batang atau cabang. Bentuk bunganya menyerupai bulir dengan seludang bunga berbentuk oval dan ujung yang runcing. Bunganya berwarna kuning cerahnya tersusun dalam bentuk lonjakan yang menyerupai lilin, membuatnya sangat menarik.
Bunga-bunga ini tersusun seperti bongkol dengan ukuran yang beragam dan berwarna kuning. Kelopak bunganya terpisah, berbentuk seperti jarum, panjangnya sekitar 1-1,5 cm, dan memiliki warna kuning. Terdapat 2 benang sari dengan kepala sari berbentuk panah berwarna hijau.

Warna bunganya ketika masih muda berwarna kuning terlihat agak hijau muda. Ketika sudah dewasa akan berwarna kuning cerah. Dalam satu cabangnya, tanaman ini bisa ditumbuhi banyak bunga, sehingga tampak meriah. Menaman bunga ini merupakan jaminan halaman rumah tidak akan suram, sebab ia dapat mekar setiap hari dan tidak mengenal musim.
Mahkota bunga berbentuk seperti paruh dengan ujung yang bercangap ganda, asimetris, panjangnya sekitar 3-8 cm, berstruktur halus, dan berwarna putih. Buahnya memiliki bentuk kotak dengan bentuk yang menyerupai telur, kasar saat diraba, panjangnya berkisar antara 3 hingga 8 mm, dan berwarna hijau. Beberapa bunga lilin memiliki kelopak yang kuat dan tahan lama, sehingga bisa tetap segar dalam vas atau rangkaian bunga dalam waktu yang cukup lama.

Sebagian besar bunga lilin memiliki aroma yang harum dan wangi yang menyegarkan. Aroma ini sering kali digunakan untuk memberikan efek relaksasi dan menenangkan. Bunga lilin memiliki variasi warna yang luas, mulai dari putih, merah, kuning, merah muda, biru, ungu, hingga oranye. Beberapa bunga lilin mungkin juga memiliki pola atau corak di dalamnya.
Baca juga : Amarilis, Tanaman Hias Berbunga Cantik dan Mempesona yang Mekar Sekali Setahun
Biji-bijinya berbentuk bulat, dalam jumlah yang banyak, keras, dan berwarna hitam. Tanaman bunga lilin, tumbuh subur pada ketinggian berkisar antara 10 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut, tanaman ini memperlihatkan preferensi pada tanah yang subur dan gembur serta sinar matahari yang cukup.

Kekuatan adaptasi tanaman ini terlihat dari kemampuannya tumbuh di hampir semua jenis tanah. Termasuk tanah berpasir, tanah liat, tanah berlempung, serta tanah yang memiliki tingkat keasaman atau kebasaan yang sedikit. Namun, tanaman ini bukanlah pilihan yang tepat untuk ditanam di tepi pantai.
Tanaman bunga lilin tidak hanya menambah keindahan taman, tetapi juga mampu menarik banyak kupu-kupu dan serangga penyerbuk lainnya. Ini dikarenakan bunga lilin mengandung nektar, cairan manis yang menarik serangga seperti lebah dan kupu-kupu untuk datang. Saat berbunga terdapat semacam jengger berwarna putih bersih, jumlahnya bisa berkisar 2 hingga 4 jengger.

Bunga lilin dapat membantu menyaring udara dengan menyerap polutan dan zat kimia berbahaya dari udara. Kehadiran bunga lilin di sekitar, dapat menyerap karbon sekaligus menghasilkan oksigen yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam pernafasan.
Hal unik dari tanaman ini karena seluruh bagian tanaman ini dapat manfaatkan sebagai obat, baik dalam keadaan segar maupun keadaan kering. Jadi bunga lilin tidak hanya mengandalkan keindahan bunganya saja, tetapi juga memiliki khasiat obat tradisional diantaranya adalah dapat mengatasi diare.

Seluruh batang tanaman ini mengandung senyawa seperti alkaloid, polifenol, dan saponin yang dapat membantu mengatasi masalah diare. Senyawa-senyawa ini dapat memiliki efek antimikroba dan mengurangi peradangan pada saluran pencernaan.
Baca juga : Kenop, Tanaman Liar dengan Berbunga Cantik Aneka Warna dan Berkhasiat Obat
Tanaman bunga lilin juga dapat digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi cacingan pada anak-anak. Kandungan tertentu dalam tanaman ini diyakini dapat membantu mengusir dan mengobati infeksi cacing pada saluran pencernaan.

Bunga lilin mengandung senyawa-senyawa yang memiliki potensi dalam melawan sel-sel kanker. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, beberapa komponen dalam tanaman ini telah menunjukkan sifat antioksidan dan antitumor yang dapat membantu melindungi tubuh dari pertumbuhan sel kanker yang berlebihan.
Bunga lilin juga dapat berperan dalam proses detoksifikasi tubuh. Senyawa-senyawa tertentu dalam tanaman ini dapat membantu dalam membersihkan tubuh dari racun dan zat-zat berbahaya, membantu menjaga kesehatan organ-organ vital, terutama pada sistem pencernaan dan hati. (Ramlee)
