Bajing kelapa (Callosciurus notatus) merupakan mamalia pengerat kecil mirip tupai yang mudah ditemukan di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Hewan ini dalam bahasa Inggris disebut Plantain squirrel. Bajing kelapa adalah salah satu spesies bajing yang paling umum dan mudah dijumpai.

Bajing kelapa adalah hewan pengerat yang kerap disalahartikan sebagai tupai karena corak warnanya mirip dengan habitat yang sama, keduanya sering dianggap sejenis oleh masyarakat. Bajing kelapa memainkan peran penting dalam ekosistem. Keberadaannya kadang menjadi “tetangga” yang menggemaskan sekaligus mengesalkan bagi manusia karena kebiasaannya yang suka mencicipi buah di pekarangan.

Bajing kelapa termasuk spesies rodentia dari keluarga Sciuridae. Nama genusnya, Callosciurus, berasal dari bahasa Yunani yang berarti “bajing yang indah”, merujuk pada penampilan fisiknya yang memang menarik dibandingkan banyak spesies bajing lainnya.

Bajing kelapa, hewan pengerat yang mirip dengan tupai

Bajing kelapa mempunyai warna bulu warna cokelat/hitam di punggung dan jingga/putih di perut, memiliki ekor seperti sikat, dan meski sering dianggap hama karena memakan buah. Satwa ini berperan penting sebagai agen penyebar biji untuk regenerasi hutan.

Baca juga : Bajing, Mamalia Pengerat Pemakan Buah

Spesies ini termasuk hewan asli (endemik) kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Di Indonesia, penyebarannya sangat luas, mencakup Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Atau di pulau-pulau sekitarnya yang berada pada ketinggian 500 sampai 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Bajing kelapa sangat sering ditemui di daerah yang didominasi aktivitas manusia

Hewan ini merupakan salah satu jenis mamalia liar yang paling mudah terlihat di kebun pekarangan, kebun campuran (wanatani), hutan sekunder, hutan kota dan taman, serta beberapa jenis hutan di dekat pantai. Bajing kelapa terutama menyebar luas di dataran rendah hingga wilayah perbukitan. Hewan yang tinggal berdekatan dengan permukiman dapat menjadi terbiasa dengan manusia dan berani mendekati rumah.

Bajing kelapa mempunyai panjang tubuh 198 mili meter dengan panjang ekor 19,5 cm dan panjang kaki 4,4 cm, sedangkan bujur kakinya sekitar 4,4 cm. Bajing kelapa memiliki berat sekitar 150 sampai 280 gram. Bagian ekor panjangnya mencapai 19,5 cm.

Ekornya yang tebal dan berbulu lebat berfungsi sebagai penyeimbang saat ia memanjat dan melompat dari dahan yang satu ke dahan lainnya. Sisi atas tubuh kecoklatan, dengan bintik-bintik halus kehitaman dan kekuningan. Di sisi samping tubuh agak ke bawah, di antara tungkai depan dan belakang, terdapat setrip berwarna bungalan (pucat kekuningan) dan hitam.

Sisi bawah tubuh (perut) jingga atau kemerahan, terang atau agak gelap. Kebanyakan anak jenis dideskripsikan dengan memperhatikan perbedaan-perbedaan pada warna rambut di bagian ini, yang bervariasi mulai dari abu-abu sedikit jingga sampai coklat berangan gelap. Ekor coklat kekuningan berbelang-belang hitam. Terdapat variasi dengan ujung ekor berwarna kemerahan.

Bajing kelapa senang melubangi kelapa muda maupun tua untuk memakan isinya

Perilakunya sangat lincah dan gesit. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon (arboreal) dan aktif pada siang hari (diurnal). Bajing kelapa aktif mencari makan buah buahan (terutama yang manis dan lunak seperti pepaya, pisang, dan tentu saja kelapa) dan biji bijian di pagi hari dan sore hari sedangkan disiang hari mereka cenderung lebih santai beristirahat di sela-sela ranting/pepohonan.

Baca juga : Tupai, Mamalia Mungil Pintar yang Kian Terancam Keberadaannya

Seperti namanya, bajing ini sering ditemukan berkeliaran di cabang dan ranting pohon, atau melompat di antara pelepah daun di kebun-kebun kelapa dan juga kebun-kebun lainnya. Bajing Kelapa juga dikenal sebagai perenang yang handal. Satwa ini sering terlihat memanjat dengan cepat, melompat dengan berani bahkan berenang untuk menyebrangi sungai atau selokan guna mencapai sumber makanan.

Sepasang bajing kelapa di lubang sarangnya

Hewan ini memanfaatkan tinggi kanopi antara 21 sampai 40 kaki sebagai habitat makan. bajing kelapa juga memakan berbagai buah-buahan, biji dan daun muda serta bunga. Dan juga memakan beberapa jenis serangga terutama semut. Bajing kelapa sanggup melubangi kayu atau ranting pohon untuk mencari larva semut.

Bahkan juga mampu memakan buah-buahan yang lebih besar dari tubuhnya. Dengan gigi dan rahangnya yang kuat hewan kecil ini mampu merobek atau melubangi buah-buahan tersebut sebelum memakannya. Terkadang hewan ini juga teramati memakan getah dari pohon dengan cara mengigiti kulit pohon hingga mengeluarkan getah lalu menjilati getah tersebut.

Bajing kelapa melubangi dan memakan buah kelapa, yang muda maupun yang tua. Karena kebiasaannya tersebut banyak petani yang menganggapnya sebagai hama yang merugikan. Tidak jarang petani mengalami gagal panen karena bajing ini memakan atau melubangi buah-buahan yang ada.

Untuk mencegah hal ini para petani melakukan berbagai cara untuk mengatasinya. Seperti menyiram pestisida pada buah-buahan produksi mereka. Sampai menggunakan predator alami bajing kelapa, yakni burung hantu untuk menekan populasi bajing kelapa di kebun mereka.

Bajing kelapa sedang membawa material untuk sarangnya

Bajing kelapa sering terlihat tidak berkelompok, sehingga termasuk satwa soliter atau menyendiri. Meskipun hidup soliter namun sering teramati mencari makan bersama-sama dalam kelompok kecil, kelompok ini akan saling melindungi satu sama lain saat sedang makan. Ketika merasa terganggu atau terancam, bajing kelapa akan mengeluarkan suara jeritan keras dan pendek sebagai tanda peringatan.

Baca juga : Jelarang, Bajing Pohon Raksasa Penyendiri yang Kian Langka

Dalam kehidupannya, bajing kelapa bersifat poligami, yaitu satu jantan dapat mengawini maksimal empat bertina. Mereka juga termasuk hewan individual karena sering terlihat tidak berkelompok. Namun, satwa ini sering memanfaatkan sarang secara bersama-sama. Sarangnya sering ditemukan di lubang-lubang kayu atau di antara pelepah daun palma, berupa bola dari ranting dan serat tumbuhan berlapis-lapis. Bajing kelapa melahirkan anak hingga empat ekor, dan dapat beranak kapan saja sepanjang tahun.

Bajing kelapa juga berperan dalam penyebaran biji-bijian

Persatuan Internasional untuk Konservasi dan Sumber Daya Alam (IUCN) mencatat bajing kelapa termasuk dalam kategori Least Concern yang berarti spesies ini masih kurang diperhatikan statusnya (The IUCN Red List of Threatened Species, 2013). Status ini diberikan karena persebaran populasi bajing kelapa yang masih sangat luas dan jumlahnya yang masih banyak (stabil) di alam.

Penting untuk diingat bahwa meskipun tidak dilindungi undang-undang, bajing kelapa tetap merupakan bagian dari rantai makanan dan ekosistem yang berperan dalam penyebaran biji (seed dispersal). Sehingga keberadaan satwa ini sangat penting dan perlu tindakan pelestariannya. (Ramlee)

By Ramlee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *