Iris (Iris spp.) merupakan tanaman hias elegan dari keluarga Iridaceae yang terkenal karena kelopaknya yang unik menyerupai anggrek dan beragam warnanya, melambangkan harapan dan kebijaksanaan. Nama Iris berasal dari kata Yunani untuk “pelangi”, mencerminkan variasi warnanya yang luas (biru, ungu, kuning, putih) yang tumbuh dari rimpang atau umbi.

Iris adalah salah satu jenis bunga yang memiliki daya tarik estetika yang unik dan makna mendalam. Bunga ini memiliki asal usul yang kaya dengan mitos dan legenda, serta memberikan manfaat bagi manusia. Tidak hanya itu, warna dari bunga Iris juga memiliki arti yang berbeda-beda disetiap warnanya.

Tumbuhan ini berasal dari Afrika Barat dan Amerika Selatan, namun juga dapat tumbuh di Indonesia, salah satunya di Gunung Prau. Bunga Iris telah terkenal di beberapa penjuru dunia semenjak periode Yunani, Romawi, atau Mesir Kuno. Di Yunani Kuno, mempunyai kaitan dengan legenda yang bertahan hingga hari ini bahwa bunga-bunga ini berasal dari dewi pelangi, Iris.

Tanaman Iris sangat adaptif, bisa tumbuh di lahan basah maupun kering

Selain itu, bunga Iris juga telah dibudidayakan sejak abad 13 SM di Suriah, saat itu Raja Thutmose III menggunakannya sebagai bahan pembuat parfume dan persembahan para dewa. Raja Thutmose III adalah salah satu raja terhebat dalam sejarah Mesir, memiliki minat yang mendalam terhadap tumbuhan dan kebun.

Baca juga : Anggrek Bulan, Puspa Pesona Indonesia yang Disukai Banyak Orang

Raja Thutmose tidak hanya seorang penguasa yang bijaksana, tetapi juga seorang tukang kebun yang rajin. Ketika Thutmose III memimpin ekspedisi militer ke wilayah Suriah, keindahan bunga iIis yang tumbuh di sana berhasil memukau hatinya. Bunga Iris dengan kelopak-kelopak beraneka warna dan aroma yang menyegarkan menghadirkan daya tarik yang tidak terelakkan bagi Raja Thutmose III.

Tanaman Iris berkembang biak dengan umbi dan biji

Pesona alami bunga Iris ini mengilhaminya dalam menciptakan kebun-kebun istana yang indah di tanah Mesir. Raja Thutmose terkenal akan upayanya dalam mengumpulkan berbagai jenis tanaman dari berbagai wilayah yang dikunjunginya, termasuk Iris dari Suriah.

Pesona bunga ini ternyata tidak hanya mempengaruhi Raja Thutmose III, tetapi juga masyarakat Mesir kuno pada umumnya. Tidak hanya sebagai simbol keindahan alam, tetapi juga memiliki konotasi spiritual dan kekuatan magis. Kemunculan bunga Iris dalam seni, ukiran, dan hiasan-hiasan istana menjadi bukti bagaimana bunga ini meresap ke dalam budaya Mesir kuno.

Keindahan dan pesona bunga iris dari Suriah tidak berhenti pada masa pemerintahan Raja Thutmose III. Tanaman ini tetap terjaga keberadaannya oleh para tukang kebun dan pecinta alam, dari generasi ke generasi hingga saat ini. Keindahan alami Iris terus menginspirasi seniman, penyair, dan individu-individu yang menghargai keindahan alam.

Bunga ini memiliki 3 kelopak dalam (standar) yang tegak dan 3 sepal luar (fall) yang menggantung atau menyebar, seringkali dengan “jenggot” (garis bertekstur) pada varietas berjenggot, membuatnya populer untuk taman dan rangkaian bunga.

Bearded Iris (Iris germanica)

Bunga Iris memiliki bagian utama seperti rimpang/umbi (akar menjalar). Umbi ini merupakan batang bawah tanah tebal yang menyimpan makanan dan berfungsi sebagai perbanyakan utama, menghasilkan tunas baru. Iris dapat tumbuh dari rimpang (datar dan menjalar) atau umbi (pendek dan berbentuk kerucut) tergantung spesiesnya.

Baca juga : Bunga Tasbih, Tanaman Hias Cantik yang Dapat Dimanfaatkan sebagai Obat Herbal

Iris mempunyai daun tunggal, berbentuk lanset memanjang, ramping, ujung runcing, menyerupai pedang, dan tumbuh dari pangkal tanaman. Daun Iris mempunyai panjang 25-40 cm, lebar 1,5-3 cm. Permukaan daun licin dan mengkilat dengan wama hijau kebiruan. Ada daun basal yang rapat dan ada yang tumbuh dari umbi, seringkali membentuk kipas.

Siberian Iris (Iris sibirica)

Batang Iris berbentuk panjang dan tegak yang muncul dari rimpang/umbi. Batang pada tumbuhan Iris merupakan batang basah (semu) dengan bentuk batang berkayu dan bulat. Tipe percabangan pada batang adalah monopodial dan arah tumbuhnya batang adalah tegak lurus.

Batang ini membawa bunga di puncaknya. batang Iris bisa tunggal, bercabang, atau berongga, bervariasi tingginya. Tumbuhan Iris memiliki model arsitektur pohon yaitu Roux. Arsitektur pohon model Roux yaitu batang merupakan monopodium ortotrop. Cabang padanya tersusun kontinu atau tersebar dan filotaksis batang adalah spiral. Cabang plagiotrop, dan filotaksis distik atau cenderung distik.

Bunga pada tumbuhan Iris terletak pada ujung batang (flos terminalis) dengan simetri bungan beraturan. Tangkai bunga berbentuk bulat atau silindris. Benang sari yang berjumlah 3 stamen dan duduk pada dasar bunga. Stamen terdiri dari tangkai, dimana tangkai stamen ini berbentuk ramping silinder padat .

Dan diujung distal terdapat kepala sari yang umumnya sedikit gemuk serta terdiri dati 4 kantung sari. Pada stamen bunga Iris kuning juga terdapat penghubung ruang sari yang merupakan lanjutan dari tangkai sari yang menjadi penghubung kedua bagian kepala sari.

Blue Flag Iris (Iris versicolor)

Pada bagian bunga terdapat 3 karpel, 3 kepala putik, 1 tangkai putik. 3 karpel tersebut saling berlekatan namun kepala karpel saling terlepas. Karpel yang terdiri lebih dari 1 disebut putik majemuk atau pistillum compositum. Bakal buah pada tumbuhan Iris tenggelam dan beruang 3. Setiap ruang biji berjumlah banyak. Buah berupa buah kotak dengan biji yang banyak.

Baca juga : Amarilis, Tanaman Hias Berbunga Cantik dan Mempesona yang Mekar Sekali Setahun

Bunga Iris banyak dibudidayakan di berbagai belahan bumi di seluruh dunia. Bunga ini termasuk bunga “perennial” yang artinya salah satu bunga yang dapat hidup lebih dari 2 tahun. Bentuk bunga Iris cukup unik dengan warna yang bervariasi seperti warna biru, putih, biru keunguan, pink, ungu kecoklatan, kuning, dan orange. Bahkan ada yang berwarna hitam, tetapi tidak ada yang benar-benar berwarna merah asli.

Louisiana Iris (Iris louisiana)

Salah satu keistimewaan bunga Iris adalah bisa tumbuh di darat maupun di air. Iris berkembang biak dengan akar rimpang (rhizome) atau biji. Iris ada dalam dua jenis utama, yaitu berdaun bulu dan berdaun tak berbulu. Biasanya, kebanyakan bunga iris mekar dari akhir musim semi hingga awal musim panas. Terdapat berbagai jenis dan varietas bunga iris yang memikat dengan keunikan dan keindahannya.

Berikut beberapa di antaranya, yakni Iris Germanica (Bearded Iris), Iris Siberica (Siberian Iris), Iris Versicolor (Blue Flag Iris), Iris Jepang (Japanese Iris), dan Iris Louisiana (Louisiana Iris). Bunga iris bukan hanya sekadar hiasan taman, tetapi juga membawa makna dan simbolisme yang dalam. Dengan beragam warna dan bentuknya, mereka menghadirkan pesan-pesan tentang keberanian, cinta, harapan, dan keindahan dalam setiap helai kelopaknya. (Ramlee)

By Ramlee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *