Dekoe mania Karesidenan Kediri adakan pertemuan pada Jum’at, 15 Mei 2026 di Joglo Sambidoplang di Desa Sambidoplang, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Joglo Sambidoplang ini sering dijadikan pusat kegiatan warga dan kini menjadi lokasi yang dipilih untuk acara pertemuan dekoe mania di wilayah Karesidenan Kediri.



Acara ini dihadiri beberapa tokoh dekoe mania dari Tulungagung, Blitar, dan Kediri. Hadir juga beberapa Jurnas Senior. Salah satu agenda besar yang menjadi bahasan adalah kegiatan lomba di tahun 2026 yang dirasa semakin jarang ada, jauh dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Hari ini kita berkumpul disini untuk membicarakan rencana mengadakan kembali liga di wilayah Karesidenan Kediri (Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Kediri, Nganjuk). Mari kita rembuk bersama apa saja yang perlu kita persiapkan dan rencanakan,” ucap Ebin Sunarya, Ketua Pengda PPDSI Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah manfaat untuk bersama. “Hobi ini harus terus didukung oleh kegiatan lomba agar hobi tetap bisa eksis,” tambah pemilik N3 BF Tulungagung.
Disampaikan juga bahwa ada beberapa poin penting yang menjadi dasar pemikiran untuk mengadakan kegiatan lomba. Kegiatan lomba tersebut diharapkan bisa menjadi wadah silaturrahmi bagi dekoe mania dan mengakomodir para pemula agar bisa menyalurkan keinginannya untuk berlomba di tingkat regional.

Sekaligus menjalankan aturan lomba dan sistem penilaian sesuai AD/ART yang telah ditetapkan dalam Munas PPDSI beberapa waktu lalu. Hal ini sangat penting untuk dilakukan demi menjadikan sebuah gelaran yang berkualitas dan sesuai harapan bersama.
Selain itu menciptakan lomba yang fairplay dan transparan. Fair play dan transparansi menjadi syarat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi agar lomba derkuku tetap ramai. Serta menciptakan suasana lomba yang kondusif dan bisa dinikmati sebagai seni.


Lomba bukan semata-mata sebagai ajang meraih juara, namun juga menikmati sebuah gelaran yang bernuansa seni. Lomba juga harus bisa sebagai wadah evaluasi perkembangan kualitas hasil ternak para dekoe mania. Semua yang hadir menyambut gembira rencana diadakannya lomba secara rutin.
Pada kesempatan tersebut, akhirnya disepakati untuk menggelar kembali kegiatan liga sekelas Latihan Prestasi (LatPres) dan diputuskan pula bahwa lomba dilaksanakan setiap bulan. Dengan pertimbangan tidak berbenturan dengan jadwal Liga Derkuku Indonesia yang sudah bergulir sebanyak dua putaran.

Serta waktu penetapan lombanya ini sudah di pertengahan tahun 2026. Maka pada 31 Mei nanti akan digelar event PPDSI Cup yang merupakan putaran pertama dan dilaksanakan oleh Pengcab PPDSI Tulungagung di Gantangan TGR Ds. Samir, Kec. Ngunut. Kab. Tulungagung.
Nantinya akan ada pemberian poin bagi para juara di setiap event yang akan menjadi dasar nominasi pemberian gelar Terbaik di kelas Senior, Yunior, dan Pemula yang dilombakan. Poin tersebut akan diakumulasikan pada putaran akhir nanti.

Selain itu, mengakomodasi aspirasi dari dekoe mania perihal agar harga tiket untuk meningkatkan minat dekoe mania berlomba dengan harga tiket yang terjangkau. Diputuskan harga tiket kelas Senior sebesar Rp 75.000, kelas Yunior Rp 60.000, dan kelas Pemula Rp 50.000. Harga tersebut sudah termasuk beberapa fasilitas yang akan diberikan oleh panitia.
“Kami memahami kondisi dekoe mania, karena itu aspirasi yang berharap dengan harga tiket yang terjangkau akan semakin menggairahkan semangat dekoe mania untuk berlomba dan bisa membawa burung lebih banyak lagi,” jelas Mbah Demang, dekoe mania Kediri yang ikut hadir malam itu. Keputusan harga tiket diambil secara musyawarah.

Beberapa pertanyaan soal penjurian dan kriteria penjurian berdasarkan pakem dari PPDSI, jadi bahasan menarik. Karena ternyata banyak yang tidak paham soal penjurian pada lomba derkuku. Edukasi penjurian dipandu langsung oleh Jurnas derkuku Kamto dan Totok Arisandi.
Burung yang mendapatkan penilaian tidak asal berkualitas baik suara anggungnya atau ungkapan mumpung mau bunyi. Hal ini perlu dijelaskan terutama kepada peserta pemula agar tidak ada lagi anggapan keberpihakan juri-juri yang bertugas terhadap salah satu burung peserta.

Tidak kalah menarik pembahasan cara breeding yang benar oleh Joko pemilik PN BF Tulungagung sekaligus penggagas pertemuan. Joko PN, banyak memberi penjelasan tentang breeding sistem inbreed yang telah terbukti sukses menelurkan jawara-jawara derkuku di tingkat regional maupun nasional.
Rencana bergulirnya liga ini ternyata memantik animo yang luar biasa dari dekoe mania di Jawa Timur, bahkan dekoe mania Situbondo telah menyatakan siap hadir. Semangat untuk lebih meramaikan hobi derkuku di Jawa Timur memutuskan event lomba menjadi Liga Jawa Timur.

Semua yang hadir berharap lomba akan berjalan sukses nanti. Dan semua itu butuh dukungan, semangat serta kerjasama semua dekoe mania, untuk bisa mensukseskan kembali, agenda lomba ini. “Mudah-mudahan bisa lebih semarak lagi,” tutup Joko PN. (Ramlee/MD)
