Burung Kenari (Serinus canaria) merupakan burung peliharaan yang sangat populer yang dikenal karena kicauan merdunya dan warna-warni bulu indahnya, seperti kuning, oranye, dan putih. Sebagai burung yang sangat populer, kesehatan kenari harus selalu dijaga agar tetap aktif dan memiliki suara kicauan yang merdu.

Namun, berbagai masalah kesehatan dapat mengganggu kenyamanan burung ini, salah satunya adalah sariawan atau goham yang dapat memengaruhi kondisi mulut dan sistem pencernaannya. Ciri burung kenari yang terkena penyakit sariawan menjadi hal penting yang perlu dikenali oleh para pecinta burung agar kesehatan kenari selalu terjaga.

Mengenal ciri-ciri sariawan dan penyebabnya dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat serta mencegah penyakit ini semakin parah. Sebab jika tidak segera ditangani akibat tidak mengetahui ciri dan masalahnya tak hanya berakibat pada penurunan performa tetapi juga bisa berakibat fatal.

Buurng kenari yang sehat akan rajin berkicau

Kenari yang mengalami sariwan akan bertingkah aneh seperti sering gigit-gigit jeruji, jilat-jilatin sangkar atau lidahnya melet-melet. Namun sebenarnya kenari menggesek-gesekkan paruhnya ke tangkringan atau jeruji itu bukan paruhnya yang bermasalah tapi lidahnya yang terkena sariawan.

Baca juga : Mencegah Kenari Sakit Akibat Perubahan Suhu/Cuaca

Burung kenari yang sariawan (biasanya ditandai dengan mulut berwarna putih kekuningan, luka di rongga mulut, susah makan, sering membuka paruh, dan terlihat lesu) perlu segera ditangani karena bisa menyebabkan turun nafsu makan dan kematian jika dibiarkan.

Gejala kenari terkena sariawan atau goham

Tanda paling jelas adalah adanya bercak putih kekuningan atau luka di sekitar mulut, lidah, dan tenggorokan. Luka ini menyebabkan kenari merasa sakit saat makan atau minum, sehingga burung cenderung menghindari aktivitas tersebut. Karena rasa sakit di mulut, kenari akan malas makan dan minum. Akibatnya, kondisi tubuh melemah dan berat badan menurun drastis jika tidak segera diatasi.

Sariawan pada kenari, umumnya disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans (kandidiasis) atau infeksi sekunder bakteri seperti Staphylococcus epidermidis dan Streptococcus sp. Kondisi ini memicu radang (stomatitis) yang membuat kenari lesu dan nafsu makan menurun.

Infeksi jamur Candida albicans adalah penyebab paling umum, yang berkembang biak cepat saat kekebalan tubuh kenari menurun. Studi menemukan bahwa bakteri Staphylococcus epidermidis (dominan 70%) dan Streptococcus sp pada rongga mulut burung yang terinfeksi.

Selain itu pemberian pakan yang tidak sesuai atau terkontaminasi. Memberikan pakan yang basi, keras, atau kurang bergizi dapat melukai mulut kenari dan membuka peluang terjadinya infeksi. Stres dan kondisi lingkungan yang buruk akibat perubahan lingkungan, suhu ekstrem, atau kebisingan juga dapat memicu munculnya sariawan.

Kerodong sangkar burung kenari pada malam hari untuk menghindari terpaan angin malam

Selain itu faktor kekurangan asupan vitamin, terutama vitamin B12, asam folat, atau zat besi bisa menjadi penyebab burung terkena sariawan. Juga terjadinya cedera atau luka di mulut akibat pakan yang dimakan oleh burung kenari terlalu keras atau adanya infeksi sekunder.

Baca juga : Burung Kenari Membisu, Segera Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kondisi kenari sariawan yang ringan masih bisa diatasi dengan memberikannya asinan dan air Larutan Cap Kaki Tiga. Namun jika kondisi sariawan pada kenari parah seperti pinggir lidah sudah berwarna kuning, maka cara pengobatannya berbeda dan butuh penanganan ekstra.

Salah satu jenis pakan pabrikan untuk burung kenari

Berikut cara mengatasinya secara aman dan efektif jika burung kenari kesayangan terkena penyakit sariawan. Langsung lakukan karantina pada burung kenari yang sakit agar tidak menular ke burung lain. Gunakan sangkar yang bersih dan kering, hindari tempat lembap. Bersihkan dan obati bagian mulut pada kenari yang terkena sariawan. Gunakan perawatan luar untuk mengobati luka sariawan. Ambil cotton bud kecil, lalu celupkan ke air rebusan daun sirih (antiseptik alami) kondisi hangat kuku.

Atau bisa juga betadine cair (povidone iodine 1–2 tetes dicampur air matang sedikit). Lalu oleskan pelan-pelan ke bagian dalam paruh/mulut yang luka. Lakukan 1–2 kali sehari sampai sembuh. Jangan oles terlalu dalam, cukup di permukaan luka atau bercak putih.

Penanganannya dapat menggunakan obat khusus seperti Degirol (rasa lemon), Super N untuk infeksi mulut/serak. Jika tidak ada, 1 tetes air perasan jeruk nipis + 1 tetes madu bisa diberikan 1 kali sehari untuk membantu penyembuhan alami.

Obat sariawan

Agar kasus sariawan tidak terjadi lagi pada burung kenari kesayangan, maka segera perbaiki pola pemberian pakan dan perawatan. Berikan pakan bersih dan segar, jika perlu pakan bijian dicuci dan dijemur dulu. Tambahkan buah dan sayur lembut seperti daun mengkudu muda, sawi hijau, atau apel parut (dalam jumlah kecil).

Baca juga : Manfaat Daun Mengkudu untuk Kenari sebagai Pakan Tambahan agar Sehat dan Gacor

Berikan vitamin burung (banyak merka yang tersedia di pasaran) dalam air minum 2–3 kali seminggu. Pastikan air minum selalu bersih dan diganti tiap hari. Kebersihan kandang, juga bersihkan tempat makan/minum setiap hari.

Penyakit sariawan dapat hilang dalam beberapa hari setelah masa pengobatan

Untuk menghindari kandang menjadi tempat bakteri berbahaya, semprot kandang dengan disinfektan ringan (seperti larutan EM4 + air) seminggu sekali. Hindari penempatan burung kenari pada daerah dengan suhu lembap dan hindari burung kenari terkena terpaan angin malam.

Sariawan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 14 hari. Proses penyembuhan ini bisa berlangsung lebih cepat apabila didukung dengan perawatan yang tepat. Tanda Burung kenari akan sembuh, yakni area luka mulai mengecil, dan jaringan mulut kembali ke warna serta tekstur normal. (Ramlee)

By Ramlee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *