Jum’at, 6 Pebruari 2026, Pengcab PPDSI Sukoharjo menggelar agenda Rapat Pertanggungjawaban Pengurus Lama dan Pembentukan Pengurus Baru. Menempati lokasi di Wedangan “Kudu Geprek Kudu Ngopi” Jl. Elang, Desa Kudu, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Acara dihadiri beberapa pengurus dan pemerhati burung derkuku di Sukoharjo. Turut hadir beberapa perwakilan dari Pengcab Surakarta. Ada 2 acara penting di Rapat tersebut. Pertama laporan pertanggungjawaban Ketua PPDSI Sukoharjo 2023-2025, yang mana hari itu sudah habis masa baktinya.

Kedua pemilihan Ketua dan Pengurus Baru PPDSI Pengcab Sukoharjo, untuk periode 2026-2029. Malam itu secara aklamasi H. Nur Ali Sasongko terpilih sebagai Ketua Pengcab PPDSI Sukoharjo untuk masa bakti 2026-2028. Tidak menunggu lama H. Nur Ali pun segera menyusun siapa saja yang akan membantunya melaksanakan amanah dari penggemar derkuku di Sukoharjo.
H. Nur Ali menjelaskan, bahwa terpilihnya sebagai Ketua Baru PPDSI Sukoharjo karena dipercaya para dekoe mania di Sukoharjo. Dirinya menyatakan bahwa amanah yang diembannya ini akan diusahakan tidak mengecewakan semua yang telah mempercayakan dirinya sebagai Ketua.

“Terus terang saya belum bisa berkata banyak, karena Pengcab Sukoharjo sebenarnya masih terhitung baru 3 tahun lalu didirikan,” ujar H. Nur Ali. “Selama itu pula Pengcab Sukoharjo mempunyai kegiatan yang terseok seok.”


“Bahkan sempat macet tanpa adanya kegiatan hampir 1 tahun lamanya. Kondisi lapangan juga rusak parah,” tambah H. Nur Ali. “Alhamdulillah pada awal tahun 2025 kemarin, kami bertiga, yakni saya, Mas Andang, dan Mas Widodo Dorick berhasil menggiatkan kembali hobi derkuku ini.”

“Semua dimulai dengan modal 0 besar. Karena segala sesuatunya di Pengcab Sukoharjo ini masih minim, maka Program Kerja kedepan kami khususkan untuk memperbanyak tiang gantangan,” jelas H. Nur Ali. “Dengan dibarengi memperbanyak kegiatan Latber.”
“Jumlah tiang gantangan hanya ada 55 tiang. Dengan jumlah tersebut tentu belum bisa mengadakan lomba sesuai ketentuan dari PPDSI yakni melombakan 3 kelas (Senior, Yunior, dan Pemula). Dengan jumlah gantangan yang kami miliki baru bisa mengadakan latber itupun belum bisa sesuai ketentuan minimal 36/blok.”

Lebih lanjut disampaikan bahwa PPDSI Sukoharjo ingin memberikan harapan kepada seluruh komunitas hobi derkuku untuk terus eksis menekuni hobi. Berbagai program menjadi agenda yang mendapatkan porsi lebih banyak. Karena lewat program inilah, maka eksistensi hobi akan terasa.

“Kami akan berusaha menjadikan lomba sebagai kegiatan rutin Pengcab Sukoharjo dengan tujuan agar dekoe mania bisa tetap menyalurkan hobi derkukunya,” sambung pemilik Nasa Bird Farm ini. “Kegiatan seperti lomba memang perlu terus dilakukan agar tidak sampai menyurutkan semangat.”

Pada malam itu Agung Cahyanto Ketua PPDSI Suarakarta beserta jajarannya ikut hadir dalam rapat yang diadakan oleh PPDSI Sukoharjo. Agung secara langsung mengutarakan keinginan PDSI Surakarta bergabung dengan Pengcab Sukoharjo dalam hal penggunaan lapangan. Ini karena Lapangan Gawanan Colomadu, Karangayar, telah habis masa sewanya dan tidak diperpanjang.
Keinginan tersebut disambut dengan baik oleh Pengcab Sukoharjo. “Tahun ini kami akan berkolaborasi dengan DMS,” lanjut H. Nur Ali. “Kami belum bisa mengadakan lomba besar, jadi hanya laksanakan latber saja. Insyaallah minimal setiap bulan kita adakan lomba bersama DMS.”

“Hari Minggu, 15 Februari 2026 besok akan kita adakan latber yang melombakan kelas Bebas dengan 25 tiket dan kelas Pemula sebanyak 30 tiket. Semua tiket telah penuh dipesan oleh dekoe mania Sukoharjo dan Surakarta, doakan semua berjalan dengan baik,” tutur H. Nur Ali menutup obrolan. (Ramlee/Jat)
