Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata) merupakan tanaman hias sukulen (mengandung air) yang berasal dari zona kering di Madagaskar. Tanaman ini telah diperkenalkan di banyak daerah sebagai tanaman hias dan terkenal karena metode reproduksinya melalui tunas daun (tunas/adventif).

Cocor bebek telah tersebar luas tumbuh di habitat kering dan semi kering di Meksiko, Florida, Hindia Barat, Venezuela, Spanyol, Portugal, Italia, Australia, Afrika Selatan, dan di beberapa pulau di Pasifik. Species ini dikenal sebagai tanaman invasif di Puerto Rico, Kuba, Venezuela, Spanyol, Australia, Hawaii, dan Kaledonia Baru.

Tanaman cocor bebek banyak ditemukan tumbuh di lingkungan kering (xeric), semi kering, dan gersang. Di wilayah termasuk gurun, hutan kering, padang rumput, semak kaktus, semak berduri, hutan berduri, hutan terganggu, dan pinggir jalan.

Tanaman cocor bebek di habitat alaminya

Species ini mampu bertahan hidup dalam periode kekeringan yang berkepanjangan dengan sedikit atau tanpa air. Namun tidak mentolerir embun beku dan biasanya mati jika mengalami suhu di bawah titik beku. Pertumbuhannya menyukai posisi di bawah matahari penuh atau naungan sebagian.

Baca juga : Lithops, Tanaman Sukulen Unik Berjuluk Batu Hidup

Cocor bebek populer digunakan sebagai tanaman hias di rumah tetapi banyak pula yang tumbuh liar di kebun-kebun dan pinggir parit yang tanahnya banyak berbatu. Tanaman ini memiliki daun yang besar dan lebar dengan warna hijau tua yang menawan. Cocor bebek dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 60-90 cm dan lebar sekitar 30-60 cm.

Cocor bebek mempunyai bunga yang menarik

Daun cocor bebek adalah daun tunggal, seling berhadapan, bilah daun berbentuk segitiga (triangular) hingga lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi daun bergerigi dan terdapat tunas kecil (planlet) dalam jumlah banyak, pertulangan menyirip, tebal, permukaan daun berlilin (glaucous), berwarna hijau muda, bilah berbintik cokelat keungunan di permukaan bagian bawah.

Bunga majemuk dan terjumbai. Mahkota berwarna merah muda atau lavender, lobus obovate, puncak membulat. Kelopak berbentuk tabung, berwarna hijau atau keunguan, lobus segitiga, panjangnya sama atau lebih panjang dari tabung, puncak lancip. Diameter bunga biasanya berkisar antara 5 hingga 8 cm, tetapi ada juga varietas yang memiliki bunga yang lebih besar.

Cocor bebek menghasilkan buah kotak (capsule) berbentuk tabung berwarna ungu dengan noktah putih, yang merupakan bagian dari struktur generatifnya. Namun, tanaman ini lebih dikenal berkembang biak secara vegetatif melalui tunas adventif yang tumbuh di tepi daunnya. Buahnya menghasilkan biji kecil berwarna putih berbentuk bulat-lonjong dengan garis memanjang.

Batang cocor bebek biasanya berbentuk tunggal, lunak, lurus, bulat, licin, dan tinggi. Bekas melekatnya daun nampak jelas. Kulit batangnya halus dan berwarna hijau, abu-abu hingga cokelat tua. Pada batang yang lebih tua, sering terdapat cincin-cincin yang mengingatkan pada batang pohon kayu.

Daun cocor bebek tumbuh tunas-tunas baru

Cocor bebek berakar tunggang berwarna cokelat yang tumbuh dari batang atau daun, sering kali muncul dari pangkal daun yang jatuh ke tanah untuk berkembang biak. Akar ini rentan terhadap pembusukan jika terlalu banyak air (suka media kering/poros) dan berperan dalam mengambil nutrisi untuk tanaman sukulen ini.

Baca juga : Sukulen, Tanaman Penghias Ruangan juga Bermanfaat untuk Kesehatan

Akar akan tumbuh dalam 2-4 minggu dari pangkal daun yang diletakkan di atas media lembap. Akar ini membutuhkan tanah berporos dan kering. Penyiraman yang moderat sangat penting untuk mencegah akar cocor bebek jadi membusuk karena kelebihan air.

Cocor bebek mampu berkembang biak melalui tunas daunnya

Perbanyakan cocror bebek dilakukan secara generatif (biji) dan secara vegetatif (plantlet, stek batang dan daun). Perbanyakan cocor bebek sangat mudah dilakukan, terutama menggunakan metode vegetatif alami melalui tunas adventif pada daun atau stek daun.

Cukup letakkan daun tua di atas media tanam lembap, atau tancapkan batangnya; tunas baru akan muncul dari tepi daun dalam 2-4 minggu. Setiap tanaman mampu menghasilkan ribuan biji kecil (lebih dari 1000 biji per buah) yang disebarkan oleh angin.

Ada beberapa jenis cocor bebek yang populer di kalangan penghobi tanaman hias, yakni cocor bebek mini (K. tomentosa) berbulu halus, cocor bebek besar (K. daigremontiana) dengan tunas di pinggir daun, dan cocor bebek berbunga (K. blossfeldiana atau K. calandiva) yang berwarna-warni.

Daun cocor bebek kaya akan senyawa bioaktif yang berkhasiat bagi kesehatan, terutama flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Tanaman ini juga mengandung senyawa antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi seperti bryophyllin A, asam askorbat, quercetin, serta senyawa fenolik.

Cocor bebek mini (K. tomentosa)

Tanaman cocor bebek banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Di dalam pengobatan herbal China, tanaman ini telah digunakan untuk meringankan muntah dan batuk, menurunkan panas, mengobati asma, batu ginjal, maag, mempercepat penyembuhan luka, bisul, meringankan gangguan psikis agitasi, kegelisahan dan kecemasan.

Baca juga : Hoya, Tanaman Hias Cantik dan Berkhasiat yang Tumbuh Merambat

Cocor bebek juga memiliki aktivitas sebagai antimikroba, antijamur, antiinflamasi, analgesik, antihipertensi, antioksidan, antidiabetes, hemostatik. Namun, khasiat bagi kesehatan manusia dari kandungan daun cocor bebek perlu penelitian lebih lanjut dengan cara studi klinis.

Cocor bebek berbunga (K. blossfeldiana)

Penggunaan daun cocor bebek sebagai pengobatan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terutama untuk studi klinis khasiatnya. Efek samping dari mengonsumsi daun cocor bebek sendiri belum diketahui sehingga tetap perlu berhati-hati apa bila mengonsumsi daun cocor bebek sebagai pengobatan alternatif.

Dan perlu diwaspadai terlebih jika mengonsumsi obat lainnya agar tidak terjadi reaksi akibat interaksi zat yang ada. Untuk itu apabila mengalami masalah kesehatan ada baiknya tetap memeriksakan diri terlebih dahulu pada dokter agar diberikan penanganan yang tepat. (Ramlee)

By Ramlee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *