Zebra Finch (Taenopygia guttata) merupakan jenis burung pipit dengan warna memukau. Tampilan bulunya yang belang-belang menyerupai motif zebra membuatnya disebut dengan zebra finch atau pipit zebra. Penampilannya yang imut dengan kombinasi warna yang lucu membuat zebra finch populer dijadikan burung peliharaan.



Meskipun banyak spesies burung pipit dipelihara sebagai hewan peliharaan, namun burung zebra finch adalah yang paling populer di kalangan pemilik burung. Burung-burung ini dikenal karena nyanyiannya yang energik, dengan burung jantan biasanya lebih vokal daripada yang betina.
Burung zebra finch jantan juga memiliki warna yang lebih dramatis, termasuk paruh merah, pipi oranye, dan garis-garis hitam-putih di tenggorokan dan dada. Sementara itu, burung zebra finch betina sebagian besar berwarna abu-abu. Di luar negeri zebra finch sudah banyak sekali ditangkarkan dan bahkan telah mengalami mutasi warna yang beragam.

Burung zebra finch umumnya tidak suka disentuh manusia, namun burung ini tidak ada masalah dengan jenis buurng finch lainnya. Sebaiknya zebra finch dipelihara dalam sangkar terbang besar berpasangan atau berkelompok. Tetapi jika menempatkan burung zebra finch dalam sangkar soliter, kemungkinan besar zebra finch akan tetap berkembang biak jika dalam kondisi sehat dan nyaman di lingkungan tersebut.
Baca juga : Zebra Finch, Burung Pipit Kecil dengan Warna Memukau yang Mudah Diternak
Beternak burung zebra finch relatif mudah dan cocok untuk pemula. Kuncinya adalah menyiapkan kandang yang nyaman, memberikan pakan bernutrisi tinggi seperti milet dan tulang sotong, menyediakan kotak sarang beserta rumput kering, serta menjaga lingkungan tetap tenang agar proses perkawinan dan pengeraman sukses.

1. Pemilihan Calon Indukan
Hal dasar yang harus diketahui sebelum beternak adalah bagaimana memilih calon indukan burung zebra finch yang tepat. Induk yang berkualitas akan menghasilkan keturunan yang bagus, sehat dan sama-sama berkualitas. Ciri induk burung zebra finch berkualitas adalah fisik yang sempurna, tidak ada cacat, bergerak dengan lincah dan terlihat aktif.
Zebra finch memasuki usia kawin saat usianya sudah 11-12 minggu. Namun sangat dianjurkan apabila memilih indukan yang sudah matang atau sudah berusia diatas 6-9 bulan. langkah berikutnya adalah memastikan jika calin indukan tersebut sudah sepasang. Saat burung ini menginjak usia dewasa, perbedaan mencolok terlihat pada tampilan fisiknya.


Salah satu ciri sang jantan dari penampilan fisik terlihat pada pola garis dagu dan bentuk paruh yang terlihat lebih gelap. Bulu-bulu cerah nan warna warni di ikuti garis hitam di bagian dada, turut menjadi penanda serta memperelok tampilan burung satu ini. Sementara ciri dari Burung Zebra Finch betina ialah memiliki paruh yang terlihat berwarna oranye dengan warna pada paruh lebih terlihat terang.
Untuk sayapnya tidak ak memiliki bintik-bintik putih, akan tetapi warna pipi menyerupai warna pada bulunya dan tidak jarang berwarna abu-abu muda. Sekarang ini diberbagai penangkaran di luar negeri telah sukses melakukan menghasilkan zebra finch yang telah mengalami mutasi.

Mutasi ini berhasil menelurkan varian baru, yang tidak jarang menyulitkan membedakan mana sang jantan dan mana betina, khususnya bagi pembudidaya pemula. Ini dikarenakan sebagian jenis baru sulit dibedakan kelaminnya jika dilihat dari warna nya saja. Namun begitu, perbedaan masih bisa dilihat secara fisik, yaitu dengan melihat warna paruh. Bila warna parunya oranye itu berarti betina, sedangkan jika berwarna merah gelap itu menandakan jantan.
Baca juga : Emprit Jepang, Jenis Finch yang Tidak Dapat Ditemukan di Alam Liar
2. Kandang Penangkaran
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan kandang zebra finch. Kandang merupakan tempat tinggal saat proses perkembangbiakan berlangsung. Untuk ukuran kadang tidak ada patokan khusus, bisa disesuaikan kebutuhan serta jumlah burung yang dimiliki. Sedangkan untuk bentuk kandang bisa menggunakan kandang soliter ataupun koloni sesuai kemampuan isi kantong yang dimiliki.

Tidak ada batasan khusus besarnya kandang penangkaran zebra finch. Minimal zebra finch bisa leluasa bergerak dan terus aktif. Sebuah kandang dengan ukuran 16cm x 16cm x 20cm sudah bisa dijadikan kandang penangkaran, namun lebih besar tentunya lebih baik. Dalam satu kandang penangkaran kecil kita sebaiknya menempatkan hanya se-pasang burung zebra finch saja sebab bila lebih dari se-pasang akan berpotensi terjadi pertengkaran.
Bila menggunakan kandang koloni, bisa ditempatkan berapa pasangan bersama-sama. Ukuran kandang koloni sebaiknya cukup besar. Setidaknya 2 meter x 1 meter x 1.5 meter. Lebih besar ukuran kandang koloni semakin bagus. Kandang penangkaran zebra finch harus cukup nyaman dan hindarkan dari pengganggu yang berpotensi menggagalkan proses penangkaran.

Selain itu, untuk menangkarkan Burung Zebra Finch masih diperlukan adanya geledok alias kotak sarang tertutup yang memiliki lubang kecil untuk dijadikan sebagai pintu keluar dan juga masuk menuju sarang. Maka, jangan lupa menyediakan geledok. Zebra finch lebih sangat menyukai sarang tertutup sehingga bentuk glodok kubus dengan sebuah lubang sangat cocok buat burung ini.
Untuk glodok zebra finch tidak perlu berukuran terlalu besar, bahkan seukuran bekas kemasan kotak susu cair juga bisa digunakan. Namun idealnya terbuat dari kayu dengan ukuran minimal 12cm x 12cm x 12cm. Alternatif lainnya adalah keranjang anyaman untuk burung emprit jepang yang mudah sekali dijumpai di toko pakan burung. Untuk keranjang anyaman memang bagus untuk dijasikan sarang burung zebra finch namun agak sulit dibersihkan saat selesai masa penetasan.

Penempatan sarang ini diusahakan di tempat yang tinggi di dalam kandang. Sebab burung finch akan merasa nyaman dan aman dari gangguan. Biasanya tidak semua burung akan langsung suka dengan sarangnya. tetapi ini tidaklah menjadi masalah, intinya harus sabar menunggu hingga burung menyukainya. Apabila sampai 2-3 bulan ternyata tidak suka, maka coba untuk menggantinya dengan jenis yang berbeda.
Sediakan juga bahan bersarang yang harus bersih dan nyaman. Banyak sekali alternatif yang dapat digunakan dan sangat mudah didapatkan di pasaran seperti, serat nenas, serat goni, daun cemara laut, rumput kering/rayung, dsb. Bahan ini ditaruh diluar glodok agar burungnya sendiri yang meneruskan membangun sarangnya.

3. Pemberian Pakan
Pemberian pakan dalam masa perkembangbiakan harus diperhatikan dengan baik. Makanan utama burung ini adalah biji-bijian. Akan tetapi untuk menjaga tumbuh kembang hewan budidaya akan menjadi lebih baik bila bahan makanan diberikan secara variasi serta mengandung gizi tinggi pada waktu perkembangbiakan. Makanan dengan gizi tinggi sangat diperlukan dalam menjaga kesehatan burung di dalam kadang.
Baca juga : Budidaya Burung Emprit Jepang Mudah dan Menguntungkan
Selain makanan, ketersediaan air minum juga menjadi faktor kesuksesan budidaya burung zebra finch. Tetap jaga ketersediaan air minum yang bersih setiap harinya, jangan sampai kehabisan. Pemberian multivitamin yang tepat juga sangat dibutuhkan agar para burung tidak mudah terjangkit berbagai macam penyakit.

Khususnya indukan betina penting untuk mengkonsumsi kalsium. Tulang sotong yang telah di tumbuk dapat dijadikan sumber kalsium bagi indukan zebra finch. Faktor pencahayaan kandang perlu diperhatikan. Sebab cahaya matahari merupakan sumber vitamin D yang sangat baik untuk kesehatan tulang burung. Setidaknya saat musim kawin zebra finch membutuhkan cahaya 14-16 jam sehari. Sehingga pemasangan lampu spektrum pada kandang akan sangat bagus.
4. Masa Berkembangbiak
Saat masa bertelur, biasanya zebra finch akan bertelur antara 3 sampai 8 butir telur. Mereka akan bertelu sehari sekali dan akan meninggalkan glodok sehabis bertelur. Setelah bertelur untuk yang terakhir kali, biasanya indukan betina akan langsung mengeraminya. Indukan betina akan bergantian mengerami dengan indukan jantan. Namun indukan betina lebih intens dan lama dalam mengerami dibandingkan indukan jantan.

Telur akan menetas setelah berusia 14-16 hari sejak masa pengeraman. Apabila sampai 20 hari telur tidak menetas juga maka sebaiknya telur dibuang saja, agar indukan bisa memulai bertelur lagi. Zebra finch akan menetas setelah 14-16 hari masa pengeraman.
Saat berumur 8 hari, bisa memasang pasang ring pada kaki anakan zebra finch. Saat berusia 21 hari anakan zebra finch akan mulai meninggalkan sarang. Saat berusia 4 minggu sudah belajar makan sendiri. Saat berusia 5-6 minggu akan terjadi perubahan warna yaitu warna paruh berubah menjadi oranye.

Saat berusia 5-6 minggu sebaiknya anakan zebra finch dipisahkan dari induknya agar tidak dipatuk dan indukan bisa memulai untuk bertelur kembali. Usahakan tarang (glodok) telah dibersihkan dan indukan akan memulai membangun sarang dari awal lagi.
Zebra finch dapat hidup di alam sampai 4-8 tahun. Bahkan ada juga yang bisa sampai 12tahun namun hal ini sangat jarang. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi pembaca yang ingin memulai berternak burung zebra finch. (Ramlee)
