Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Pengda P3SI Bandar Lampung menggelar lomba perkutut pada Minggu, 2 Agustus 2026. Bertempat di Lapangan P3SI Pengwil Lampung, Ds. Margorejo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Acara berlangsung sukses dan meriah.

Ajang bergengsi ini sukses terlaksana berkat kerja sama yang solid dari para tokoh Kung Mania Lampung Bersatu. Kegiatan bertajuk “Semarak Kemerdekaan RI 81”, sarat akan nuansa nasionalisme dan sportivitas ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar peternak (breeder) dan pencinta perkutut di wilayah Lampung.

Isnandar selaku Ketua Pelaksana Kegiatan, menyatakan bahwa selain untuk memperingati bulan kemerdekaan, agenda ini juga menjadi wadah strategis untuk menguji hasil penangkaran para peternak lokal Lampung. “Kami ingin semangat kemerdekaan ini menular ke para penghobi dan pelestari perkutut di Lampung agar terus produktif menghasilkan burung berkulitas,” ujarnya pemilik RB Bird Farm.

Agenda lomba Pengda P3SI Bandar Lampung dihadiri sejumlah tokoh kung mania Lampung

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja keras tim panitia yang diisi oleh para tokoh perkutut tangguh, di antaranya Acenk (Toto Kromo BF), Yudo (Embun BF), Frans (Rock BF), Eko (Monata BF), dan Dapit (Kaktus BF). Juga dukungan sponsor dari PB Bird Farm dan Jordan Bird Farm.

Kegiatan Semarak Kemerdekaan RI 81 kali ini bertempat di lapangan baru milik Pengwil P3SI Lampung. Dengan kapasitas kerekan sebanyak 4 blok dimana setiap blok ada 36 tiang kerekan. Dan akan terus diperbanyak hingga berkapasitas 6 sampai 8 blok dan 2 blok hanging. Dengan kapasitas sebanyak itu memungkinkan lokasi ini digunakan menggelar kegiatan lebih besar. Beberapa agenda lomba besar di tahun 2027 sedang dipersiapkan.

Potong tumpeng peresmian lapangan Pengwil P3SI Lampung

Launching penggunaan lapangan baru ditandai lewat acara syukuran potong tumpeng bersama beberapa pengurus Pengda, Pengwil, tokoh perkutut, dan kung mania setempat. Lokasi arena lomba ini berada di Desa Margorejo Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dekat dengan akses exit Tol Itera Kotabaru.

Letaknya yang strategis ini mudah sekali dijangkau dengan kondisi jalan yang lebar, sehingga memudahkan bagi siapa saja yang ingin menuju lokasi tersebut. Akses masuk kesana sangatlah mudah, begitu juga yang berasal dari luar kota, tinggal pilih jalan mana yang akan dilalui. Letaknya yang berada persis dipinggir jalan, memudahkan untuk menemukannya.

Kehadiran lokasi ini diharapkan bisa menjadi awal kembalinya aktifitas kung mania dalam menyalurkan hobi perkututnya. “Alhamdulillah Pengda Lampung kini sudah memiliki lapangan baru, mudah-mudahan bisa menjadi awal bagi kami untuk kembali menjalankan agenda kegiatan demi menyemarakkan hobi perkutut,” terang Dapit salah satu panitia.

“Alhamdulillah, seremoni pemotongan tumpeng menandai peresmian lapangan gantangan baru milik Pengwil P3SI Lampung sekaligus dibukanya perlombaan grand opening. Acara berjalan dengan lancar, mari berlomba dengan khidmat menikmati anggungan irama perkutut bangkok,” tambah Dapit.

Salah satu Juri lomba Semarak Kemerdekaan RI 81

Lebih lanjut dikatakan bahwa lokasi ini memang berdiri di lokasi strategis dan akses jalan menuju kesana sangatlah mudah. Darmo Halim pemilik Jordan BF juga selaku Ketua Pengwil P3SI Lampung, mengajak kung mania Lampung untuk memajukan hobi. “Mari bersama-sama kita majukan hobi. Salam satu hobi kung mania Lampung Bersatu ke kancah nasional,” ucap Darmo Halim bersemangat.

Sebagai wujud rasa syukur atas kehadiran lapangan baru ini, Ketua Pengda beserta beberapa pengurus dan juga kung mania Lampung, langsung menjajal lapangan ini. Ternyata burung yang berhasil dikerek lumayan banyak. Padahal kabar adanya pembukaan lapangan baru untuk lomba tidak terpublikasi luas.

Para juara di kelas Dewasa Senior

“Dengan adanya lomba ini, semoga dapat menjalin erat tali silaturahmi sesama penghobi Kung Mania Lampung Bersatu,” harap Koh Jutek (Putra Bodas BF) selaku Penasehat. Dalam perlombaan kali ini, panitia membuka dua kelas yang menjadi pusat perhatian para peserta, yakni kelas Dewasa Senior dan kelas Piyik Yunior. Antusias kung mania dalam memberikan dukungan begitu luar biasa, dua kelas yang dibuka langsung diserbu peserta.

“Alhamdulillah kelas yang kami buka, dipenuhi oleh peserta. Tiap kelas berisi 1 blok sebanyak 42 tiang kerekan. Respon positif diberikan oleh kung mania pada gelaran kali ini,” jelas Dapit. Karena sifat kegiatan yang dipersiapkan secara mendadak sehingga panitia tidak membuka banyak kelas.

Dukungan yang besar inilah yang menjadikan kegiatan milik Pengda P3SI Bandar Lampung ini semakin semarak. Penuh sesaknya peserta di masing-masing kelas yang dibuka, menjadi sinyal kuat bahwa hobi perkutut di Lampung mengalami peningkatan yang luat biasa. Agenda rutin yang mereka gelar, menjadi salah satu faktor.

Cuaca cerah hari itu, seakan ikut mendukung aksi jago-jago perkutut untuk bersaing, menguji mental maupun kualitas anggung merdunya, meskipun angin ikut menyapa sepanjang babak. Sementara tim Juri yang bertugas, siap menilai burung sesuai dengan kualitas dan aturan main P3SI yang sudah disepakati.

Juara kelas Piyik Yunior

Persaingan antar jago untuk mendapat nilai tertinggi, terjadi sejak babak pertama dimulai. Bahkan memasuki babak-babak berikutnya, persaingan untuk menjadi yang terbaik semakin seru dan ketat. Karena hampir semua jago, sama-sama ngotot menunjukkan kualitas anggung merdunya dihadapan tim Juri yang bertugas.

Setelah melalui persaingan sengit selama empat babak penuh penilaian. Akhirnya tim Juri dan perumus, menetapkan beberapa jago perkutut yang dinilai layak untuk masuk daftar kejuaraan sesuai dengan kualitas anggungnya di masing-masing kelas yang dilombakan. Ada 10 jago yang ditetapkan masuk daftar kejuaraan.

Peraih trofi kejuaraan kelas Piyik Yunior

Untuk kelas Dewasa Senior, posisi pertama berhasil direbut oleh Mawar Merah yang jadi andalan Heri dari Pringsewu. Sedangkan posisi kedua, berhasil diaget oleh Raja jago Mbah Kumis dari Pringsewu. Tempat ketiga direbut Kalimosodo milik Ko Ahok dari Metro.

Sedangkan untuk kelas Piyik Yunior, juara pertama di tempati Jahanam milik Rock BF Bandar Lampung. Posisi kedua berhasil diraih Ratu debutan Mbah Kumis Pringsewu. Dan posisi ketiga mampu dicuri oleh Sangkakala orbitan Rock BF Bandar Lampung. Frans pemilik Rock BF bangga dengan prestasi gacoannya. “Kemenangan hari ini adalah buah manis dari hari-hari panjang yang diisi dengan latihan keras.”

Beberapa kung mania yang hadir cukup puas dengan gelaran lomba dari Pengda P3SI Bandar Lampung. “Kekalahan hari ini hanyalah sebuah peta yang menunjukkan bagian mana yang harus kita perbaiki esok hari,” ucap Berto Julian, Kepala Desa Margorejo. Diakhir acara, panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang mendukung kegiatan sehingga berjalan dengan lancar, tertib dan penuh dengan keakraban. (Ramlee)

By Ramlee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *