Emprit Jepang (Lonchura striata domestica) masuk ke Indonesia murni melalui jalur perdagangan burung hias impor dari luar negeri (khususnya Asia Timur dan Eropa) untuk memenuhi hobi para pecinta burung (kicau mania). Jadi keberadaan Emprit Jepang di Indonesia bukan karena migrasi alami.

Burung yang dikenal di dunia internasional sebagai Society Finch adalah burung hasil rekayasa genetika penangkaran (domestikasi) total yang tidak pernah ada di alam liar mana pun sebelum dibawa oleh manusia. Nenek moyang Emprit Jepang adalah burung Bondol Tunggir-putih (Lonchura striata) yang berasal dari wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Sepasng Emprit Jepang

Burung liar ini pertama kali didomestikasi dan disilangkan oleh para penangkar di Tiongkok, lalu dibawa ke Jepang pada abad ke-18. Di Jepang, burung ini disilangkan secara selektif selama ratusan tahun untuk menghasilkan variasi warna baru (seperti cokelat-putih, krem, hingga putih polos) serta menghilangkan sifat liarnya.

Baca juga : Emprit Jepang, Jenis Finch yang Tidak Dapat Ditemukan di Alam Liar

Karena dikembangkan di Jepang, dunia hobi burung di Indonesia kemudian menyebutnya sebagai “Emprit Jepang” atau disingkat Emje. Emprit Jepang diperkirakan mulai masuk ke Indonesia secara komersial dalam jumlah besar pada akhir abad ke-20 (sekitar tahun 1980-an hingga 1990-an). Para importir burung membawa Emprit Jepang masuk bersamaan dengan tren burung finch hias lainnya (seperti Kenari dan Gouldian Finch).

Saat pertama kali masuk, burung ini menarik perhatian para penghobi lokal karena karakternya yang sangat tenang. Selain itu burung ini memiliki warna bulu yang bermutasi cantik (jauh berbeda dengan emprit sawah lokal yang berwarna monoton), dan harganya yang relatif terjangkau.

Budidaya Emprit Jepang marak dilakukan dari skala rumahan hingga peternakan besar (bird farm). Burung ini sangat disukai oleh peternak pemula maupun profesional karena sifatnya yang bandel (memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit dan cuaca). Mampu bertelur sebulan sekali dengan menghasilkan 5 hingga 8 butir telur dalam sekali siklus. pakannya pun simpel, cukup berupa biji-bijian, seperrti milet atau canary seed.

Anakan Gould Amadine banyak diasuh sama Emprit Jepang

Permintaan pasar yang stabil membuat nilai jual burung ini terus bertahan dengan baik, bahkan untuk jenis mutasi tertentu harganya bisa meningkat drastis. Di pasir daring (online) maupun pasar burung Indonesia saat ini kisaran harganya masih sangat menjanjikan. Perkembangan Emprit Jepang di Indonesia pun melesat tajam.

Baca juga : Gould Amadin Burung Pipit Tercantik di Dunia dari Australia

Bukan hanya karena keindahan fisiknya, melainkan karena naluri keibuannya yang luar biasa (parenting skill). Para peternak Indonesia segera menyadari bahwa Emprit Jepang memiliki sifat istimewa, yaitu sangat suka mengerami telur dan mengasuh anakan burung lain. Bahkan Emprit Jepang tetap mau mengeram dan mengasuh anakan burung dari spesies finch yang berbeda.

Emprit Jepang warna putih mata merah

Salah satu pendorong utama melonjaknya popularitas Emprit Jepang adalah naluri keibuannya yang luar biasa. Di Indonesia, Emprit Jepang sangat sering diandalkan sebagai induk asuh (foster) untuk mengerami telur dan meloloh anakan burung finch lain yang lebih mahal dan sulit diternakkan, seperti Gouldian Finch (Gould Amadine). Sifatnya yang telaten membuat tingkat keberhasilan tetasan burung premium meningkat pesat.

Kini, Emprit Jepang tidak lagi bergantung pada pasokan impor. Burung ini telah sukses diternakkan secara lokal di berbagai sentra penangkaran di Indonesia, seperti di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur. Berkat keberhasilan penangkar lokal, harga Emprit Jepang saat ini menjadi sangat merakyat.

Emprit Jepang warna mocca

Emprit Jepang di Indonesia saat ini semakin diminati sebagai burung hias dan burung pengasuh (foster parent atau babuan) dalam penangkaran burung finch eksotis. Kehadiran Emprit Jepang menjadi kunci sukses meledaknya industri peternakan burung finch mewah di Indonesia.

Baca juga : Budidaya Burung Emprit Jepang Mudah dan Menguntungkan

Emprit Jepang telah mengalami transformasi besar, dari yang awalnya sekedar burung hias impor menjadi salah satu komoditas peternakan burung (breeding) yang sangat populer dan bernilai ekonomi tinggi. Berbeda dengan emprit lokal yang sering dianggap hama pertanian, Emprit Jepang justru menjadi primodona di kalangan pecinta burung finch karena berbagai keunggulannya.

Emprit Jepang jambul (crested)

Jika dahulu Emprit Jepang hanya dikenal dengan warna cokelat atau hitam-putih standar, saat ini perkembangan mutasi genetiknya di Indonesia sudah sangat bervariasi. Para penghobi kini memburu varian mutasi warna mewah seperti Panda, Mocca, Putih Mata Merah (Albino), hingga variasi fisik unik seperti Emprit Jepang Jambul (Crested). (Ramlee)

By Ramlee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *