Kapasan (Abelmoschus moschatus) merupakan tanaman yang tumbuh liar di tempat-tempat terbuka, tanah kosong atau kebun. Kapasan berasal dari famili Malvaceae dan berkerabat dengan kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bunga lampion merah (Abutilon megapotamicum), sidaguri (Sida rhombifolia), dan lainnya.

Famili Malvaceae merupakan kelompok tanaman dikotil yang anggotanya mencakup tanaman budi daya penting, tanaman hias, dan farmasetika. Kapasan sangat menyukai tanah yang subur dan cuaca tropis. Tanaman ini tersebar dari India ke China, Taiwan, dan Asia Tenggara, kemudian menyebar ke Australia bagian utara dan Kepulauan Pasifik.

Tanaman Kapasan di habitat alaminya

Tanaman ini di dunia Internasional dinamai musk-mallow karena saat memar akan mengeluarkan bau aromatik menyerupai kasturi. Tanaman ini sering ditanam sebagai tanaman hias, bijinya sebagai penghasil minyak atsiri, bahan tambahan pada makanan, dan pengobatan ayurveda.

Baca juga : Pala, Tanaman Rempah Asli Indonesia yang Penuh Manfaat

Ayurveda adalah sistem pengobatan holistik kuno yang berasal dari India yang bertujuan untuk menyeimbangkan antara pikiran, tubuh, dan jiwa guna mencegah serta mengobati penyakit. Tanaman ini dapat digunakan untuk mengobati beberapa gangguan kesehatan, diantaranya gangguan mata, batuk, dan asma.

Tanaman Kapasan menyukai area terbuka

Kapasan termasuk tanaman tahunan yang tumbuh tegak dan bercabang yang tingginya mencapai 1 meter. Tumbuhan ini menyukai daerah terbuka dengan suhu hangat antara 20°C hingga 30°C. Tumbuh subur di tanah yang gembur (lempung berpasir) dengan tingkat keasaman tanah (pH) antara 5,5 hingga 7,8 dengan curah hujan berkisar antara 1.000-1.400 mm/th.

Tanaman kakapasan dapat ditemukan di area terbuka pada ketinggian 600 hingga 1.100 meter di atas permukaan laut. Selain itu, juga tumbuh subur pada hutan terbuka, daerah datar, lembah, sisi sungai, dan lereng gunung.

Kapasan mempunyai akar yang bentuknya seperti kerucut panjang (akar tunggang), warnanya putih kekuningan, dan rasanya agak manis. Akar kapasan mengandung zat alami seperti saponin dan flavonoida. Akar kapasan sering dipakai sebagai obat tradisional. Khasiat utamanya yaitu menurunkan panas, melancarkan buang air kecil, dan meredakan peradangan.

Batang kapasan berbentuk bulat dengan pangkal umumnya berkayu. Batangnya memiliki percabangan yang sedikit dan permukaannya ditumbuhi rambut kasar. Batang kapasan juga sangat kuat dan berserat. Serat batangnya yang kuat sering digunakan sebagai bahan tali.

Buah Kapasan bersegi lima

Daun tanaman kapasan merupakan daun tunggal dengan tangkai yang panjang sekitar 6-15 cm. Helaian daunnya memiliki bentuk berlekuk, bercangap (terbelah) lima, dan pangkalnya berbentuk seperti jantung. Tulang daunnya menjari dengan tepi bergerigi dan ujung yang runcing. Kedua permukaan daun berambut kasar dan berwarna hijau.

Baca juga : Adas, Tumbuhan Herba dengan Berjuta Manfaat

Bunga tanaman kapasan berukuran besar berdiameter sekitar 10 cm dan berbentuk seperti corong atau lonceng. Bunganya berwarna kuning cerah dengan bagian tengah berwarna ungu. Bunga ini memiliki 5 helai mahkota, tumbuh dari ketiak daun, dan memiliki aroma harum. Bunga kapasan seperti bunga kembang sepatu dan mekar dalam waktu satu hari saja.

Buah Kapasan yang telah matang

Buah kapasan berbentuk bulat telur, meruncing, dan memiliki lima rusuk (bersegi). Panjang buah berkisar antara 3,5 hingga 10 cm, berbulu seperti sikat, jika masak akan terbuka dengan 5 katup. Di dalamnya terdapat biji berwarna cokelat yang memancarkan aroma wangi yang khas.

Biji buah kapasan berbentuk seperti ginjal tidak beraturan, pada permukaannya terdapat cincin konsentris, dan runcing di salah satu ujungnya. Ketika bijinya dihancurkan, akan mengeluarkan bau aromatik, hal ini karena adanya kandungan nitrogen turunan pirazin dan piridin serta tiazol. Karena karakteristik aromanya tersebut, biji kapasan secara luas dimanfaatkan dalam industri wewangian sebagai campuran parfum dan bahan baku kosmetik.

Perbanyakan tanaman kapasan paling mudah dilakukan melalui biji (generatif). Ini adalah cara paling umum dan mudah karena tanaman kapasan menghasilkan banyak biji di dalam buahnya. Perbanyakan juga dapat dilakukan dengan stek batang (vegetatif). Cara ini membuat tanaman baru tumbuh lebih cepat dan memiliki sifat yang persis sama dengan induknya.

Tanaman kakapasan telah dimanfaatkan sejak dulu selain sebagai tanaman hias, juga sebagai tanaman obat. Ekstrak daun dan biji tanaman ini mengandung polifenol, flavonoid, albumin, serta minyak berwarna kuning kehijauan. Selain itu, ekstrak tanaman ini mengandung cairan hijau muda dengan bau musk yang kuat dan tidak mudah menguap.

Biji buah Kapasan

Selain itu, ekstrak daun menunjukkan adanya aktivitas antioksidan yang lebih tinggi daripada ekstrak biji. Sedangkan ekstrak bijinya menunjukkan adanya aktivitas antimikroba yang signifikan terhadap Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Sementara itu, ekstrak dari bagian akarnya bersifat larvasida (pestisida larva).

Baca juga : Kapulaga, Rempah Aromatik Kaya Manfaat dan Khasiat

Biji kakapasan masyarakat Arab gunakan sebagai obat radang selaput lendir pada kandung kemih, gonore, stimulan, perut kembung, dan demam. Sementara itu, dalam pengobatan unani (pengobatan aternatif yang memadukan pengobatan Yunani-Islam) bijinya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Di antaranya dianggap sebagai astringen, analgesik, antispasmodik dan tonik untuk mata.

Minyak biji Kapasan

Sementara di Hawai, daun dan kuncup bunga kakapasan dimanfaatkan sebagai obat pencernaan. Sedangkan di Trinidad dan Tobago, kapasan digunakan untuk mengobati nyeri haid dan keluhan wanita yang tidak spesifik, persalinan, dan infertilitas. (Ramlee)

By Ramlee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *