Komunitas Dekoe Mania Sukoharjo yang tergabung dalam “PEDES” kembali memulai aktifitas hobi derkukunya lewat agenda Latber pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan bertema Liga PEDES 2026 Putaran I kali ini masih menempati lokasi yang sama yakni di Lapangan Sukoharjo Kel. Kwarasan Grogol Kab. Sukoharjo.



Panitia membuka tiga kelas yang dilombakan yakni kelas Senior, Yunior, dan kelas Pemula, masing-masing satu blok. Puluhan ekor derkuku ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Artinya seluruh tiket yang dibuat panitia, nyaris tidak ada sisa dan terjual habis karena diserbu peserta.

“Alhamdulillah dukungan peserta dalam Liga PEDES 2026 Putaran 1 ini ternyata sangat besar sehingga tiket yang kami sediakan hampir habis terjual,” terang H. Nur Ali Sasongko Ketua Pengcab PPDSI Sukoharjo yang ikut hadir. Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini adalah putaran pertama dari beberapa kegiatan yang diinginkan.
Sebenarnya sejak lama PEDES ingin menggelar liga latber, namun dikarenakan keterbatasan tiang gantangan yang ada di Lapangan Sukoharjo, maka baru saat ini acara tergelar. “PEDES sudah berani mengadakan Liga karena kecukupan gantangan sudah terpenuhi untuk melombakan kelas Pemula, Yunior, dan Senior,” jelas H. Nur Ali Sasongko.

Harapan kedepan kegiatan ini bisa tergelar setiap bulan hingga akhir tahun nanti. “Liga PEDES 2026 ini akan hadir setiap bulannya, jadi kegiatan ini bisa dibuat untuk mempersiapkan gaco-gaco yang ada untuk menghadapi event yang lebih besar seperti LDI,” ungkap pemilik NASA Bird Farm Sukoharjo.
Panitia Liga PEDES 2026 Putaran I juga sengaja mendatangkan 4 Juri dari Jogjakarta. Ini terjadi dikarenakan beberapa Juri dari Solo berhalangan hadir karena ada acara kerja bakti kampung untuk acara 17-an. Karena di bulan Agustus, hampir semua tempat sibuk dengan agenda Agustusannya.

“Liga PEDES I bisa terlaksana karena dukungan penuh dari peserta. Meski Juri-juri Solo tidak bisa bertugas karena adanya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, namun kita mampu mendatangkan empat sekaligus juri dari Jogja,” ucap H. Nur Ali Sasongko dengan bangganya.
Acara Liga PEDES 2026 Putaran I pun berjalan sukses berkat kekompakan antara PEDES dan DMS. Sebagai contoh peserta saling bantu pemasangan nomor gantangan baru yang didesain dan disiapkan oleh Dalip. Nomor gantangan lama yang terbuat dari kertas karton diganti material dari seng.

Dalip yang juga seorang Juri Perumus nasional itu menyiapkan sendiri nomor gantangan tersebut. Mulai motong seng sampai nulis nomor gantangan yang begitu rapih. “Nomor gantangannya sangat bagus tak pikir pakai sablon ternyata ditulis tangan langsung,” puji Jatmiko, yang ikut mengabadikan momen spesial tersebut.


Sementara itu proses penjurian berlangsung lancar tanpa ada kendala. Cuaca cerah secerah hati peserta lomba mengawal sejak peluit tanda dimulainya penjurian. Peserta yang berada dipinggir lapangan nampak tertib meski masih terdengar suara teriakan. Angin yang bertiup dengan kecepatan tidak terlalu tinggi (menyejukan), membuat persaingan berjalan ketat.

Empat babak penjurian tidak mengalami kendala, semua berjalan sesuai harapan dan keinginan semua pihak, yakni panitia dan peserta. Sampai akhirnya babak keempat dinyatakan selesai, seluruh peserta menurunkan derkuku miliknya. Proses perekapan dimulai, untuk menentukan posisi kejuaraan di masing-masing kelas.
Untuk kelas Senior, terjadi perebutan posisi juara antara nomor kerekan 57 dan 59. Kerekan 57 yakni Setiaki besutan Sunaryanto sedangkan 59 adalah Sang Gladiator salah satu amunisi andalan Daud Toni. Dua babak awal yakni pertama dan kedua, Setiaki dan Sang Gladiator sama-sama memiliki nilai imbang yakni mendapatkan bendera lima warna.

Pada babak kedua keduanya diimbangi oleh Cleopatra debutan Wagiman yang ada di tiang 58 dengan keberhasilannya mendapatkan bendera lima warna setelah babak pertama hanya mendapatkan bendera empat warna. Pada babak ketiga, persaingan kian seru setelah diluardugaan Setiaki hanya mendapatkan bendera empat warna sedangkan Cleopatra berhasil raih lima warna, sedangkan Sang Gladiator kian mantap dengan capaian lima warnanya.
Sang Gladiator bergelang Sword 117 tampil cukup impresif dengan kembali mendapatkan lima warna pada babak keempat sekaligus menyegel posisi juara di kelas Senior. Disusul oleh Setiaki dengan ring Arya 55 sebagai juara kedua setelah sukses raih bendera lima warnanya kembali.

Untuk posisi ketiga ada Cleopatra ring GSM 1827 milik Wagiman. Cleopatra gagal mengimbangi langkah Setiaki setelah hanya mendapatkan bendera tiga warna. “Alhamdulilah, Cleopatra ternyata kualitas suaranya ndak kalah dengan yang juara 2 dan 1,” ujar Wagiman yang kali ini hadir bersama istri tercinta.
“Lagi nyoba burung remaja. Cleopatra baru berumur 8 bulan. Mau bunyi tapi belum maksimal sampai 4 babak. Kalau bisa gacor sampai 4 babak, mungkin hasilnya akan berbeda,” lanjut pemilik GSM Bird Farm ini. Kandang GSM sendiri kerap menelurkan burung-burung berkualitas.

Untuk kelas Yunior, juara pertama direbut Cakrawala orbitan Dorrick Sukoharjo. Derkuku ternakan PN 873 yang dikerek pada nomor 34 sukses mengunci kemenangan setelah mendapatkan nilai bendera lima warna pada babak pertama dan kedua. Sedang pada babak ketiga dan empat hanya berhasil mendapatkan bendera empat warna.

Posisi kedua diamankan Sang Timur, derkuku hasil ternakan 3GB 18 debutan Sadewa Bird Farm Solo yang ada di tiang kerekan nomor 52. Sebenarnya Sang Timur mempunyai nilai yang sama setelah mendapatkan bendera lima warna pada babak pertama dan keempat, serta bendera empat warna pada babak kedua dan ketiga.

Posisi juara harus melalui meja juri perumus, dan Sang Timur harus mengakui kemenangan Cakrawala setelah kalah di nilai tonjolan dengan sang juara. Diurutan ketiga ada Mami Papi amunisi Daud Toni. Sukses ternakan Sword yang dikerek pada nomor 51 berkat raihan bendera lima warna pada babak pertama dan kedua dan bendera tiga warna pada babak ketiga dan keempat.
Untuk kelas Pemula, juara pertama menjadi milik Rengganis orbitan Top X Boyolali. Derkuku hasil ternak PN 852 yang digantang pada nomor 27 yang begitu menonjol di Dasar Suara dan Gaya iramanya. Posisi kedua Adinda andalan Jatmiko Solo. Derkuku bergelang Dinda 17 yang menempati nomor gantangan 29 ini mampu tampil bagus sepanjang empat babak.

Urutan ketiga ada Nawa Tirta besutan Lilik Purworejo, keberhasilan burung dengan ring B2W 248 yang digantang pada nomor 22 dengan raihan empat kali bendera empat warna sama dengan juara pertama dan kedua, hanya kalah di tonjolannya saja.
Total ada lima burung yang mampu tampil prima di kelas Pemula ini. Ada Slamet ring Dorrick 32 milik Andang di tiang nomor 20 dan Tentara Langit ring Dorrick 67 milik H. Nur Ali Sasongko di tiang nomor 1. Kedua burung ini menempati peringkat keempat dan kelima.

Setiap pemenang pada Liga PEDES akan mendapatkan poin yang sudah ditentukan oleh panitia untuk membuktikan siapa yang terbaik di akhir putaran nanti. Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memberikan perhatian dan dukungan. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/JAT)

