Untuk yang kesekian kalinya Gantangan AG BF Bangkalan yang berada di Jl Pertahanan No. 191 Bancaran – Bangkalan kembali diramaikan oleh kehadiran puter pelung mania, pada Minggu, 30 Agustus 2026. Mereka datang bukan sekedar bersilaturrahmi ke gantangan milik H. Alif M. Nur, namun ada acara Latihan Bersama (Latber).




“Hari ini AG Bird Farm kembali menggelar acara Latihan Bersama dengan tujuan untuk tetap memberikan wadah dan semangat bagi teman-teman agar bisa menyalurkan hobi puter pelungnya,” terang H. Alif selaku panitia. Dengan adanya acara ini diharapkan bisa tetap menumbuhkan keinginan puter pelung mania di Madura, utamanya di Bangkalan agar bisa terus eksis menekuni hobi.

Agenda ini menjadi rutinitas setiap bulan. Kegiatan untuk mengisi waktu kosong seperti ini diharapkan menjadi pilihan puter pelung mania untuk melatih dan memastikan kesiapan sang orbitan sebelum turun ke lapangan. Hanya satu kelas yang dibuka, yakni kelas Bebas yang diikuti 40 burung dari Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan sendiri selaku tuan rumah.
Meski demikian, kegiatan tersebut tidak membuat semangat puter pelung mania menurun. Bahkan antusias nampak jelas. Mulai pagi, sebelum dimulai acara pada pkl. 09.00 an para penggila lomba sudah berdatangan, sehingga tidak terjadi saling tunggu saat lomba dimulai.

Walau kegiatan hanya berupa Latihan Bersama rutin, namun penjurian tetap mengacu pada aturan yang ada. Dan semua yang hadir begitu bersemangat mengikuti Latber Rutin AG BF. “Kegiatan ini dimaksudkan agar teman-teman disini bisa tahu bagaimana perkembangan burung miliknya,” sambung pemilik AG BF yang sukses mengorbitkan amunisi handal.

Sehingga dengan demikian ada catatan khusus apakah bisa dan layak untuk diikutkan lomba yang lebih besar atau tidak. Disana para puter pelung mania Bangkalan bisa memantau dan mengetahui kualitas burung orbitannya. Karena ada juri yang diturunkan untuk menilai burung-burung tersebut.

Artinya bahwa hasil yang diketahui dari performa burung, benar-benar obyektif dan riil karena ada ahlinya yang melakukan penilaian secara langsung. Penilaian tersebut bukan berasal dari para pemilik burung, atau rekan sesama peserta atau bahkan dari puter pelung mania senior.
“Disini kita sama-sama belajar dan saling tukar pikiran dan pengalaman seputar hobi puter pelung, apalagi ada juri yang kami datangkan sehingga kita bisa bertanya langsung tentang kualitas burung kita,” ungkap H. Alif. Pagi itu, Yoga selaku Juri dari Pengda PPPPSI Jawa Timur ikut mengawal penilaian.

Meski bandrol tiket yang dipasang masih berada di angka Rp 25 ribu, namun tidak sampai mengurangi greget kegiatan. Bahkan dari mereka mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena murah meriah tapi tidak murahan. Bagi para peraih juara di tiga besar, mendapatkan hadiah berupa piala, piagam dan sembako.

Kegiatan seperti ini memang memberikan banyak manfaat, selain untuk melatih puter pelung orbitannya, juga semakin merekatkan jalinan silaturrahmi antas sesama puter pelung mania. Mereka akan semakin akrab dan solid dalam menekuni hobinya.

Pelaksanaan acara berlangsung seru dan sengit. Kondisi tersebut semakin lengkap dengan cuaca cerah sepanjang acara yang dilaksanakan selama tiga babak berdurasi 20 menit. Dari awal babak 1 sampai 3 beberapa burung mampu menampilkan suara anggung terbaiknya, sampai akhirnya ditetapkan posisi kejuaraan.
Untuk juara pertama berhasil menjadi milik Gendrayana amunisi Waris Pamekasan ring Joko Tingkir 70 yang digantang pada nomor 31. Tempat kedua diduduki Pesse Pole andalan H. Mulyadi Sampang, puter pelung ternakan Barata 745 yang menempati nomor gantangan 16. Dan tempat ketiga dimenangkan Mawar besutan Anas Bangkalan, puter pelung bergelang Anas 19 yang menempati nomor gantangan 19.

Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kerjasama peserta, sehingga cara bisa berjalan sesuai harapan dan rencana. “Terima kasih atas kedatangan Mas Yoga dari Juri Pemda PPPPSI Jatim yang ikut membantu pelaksanaan penilaian,” tutur H. Alif. Permintaan maaf juga disampaikan jika selama acara berlangsung dari awal hingga akhir, ada hal-hal yang kurang berkenan. (Ramlee/AG)

