Menempati lokasi di Lapangan Kwarasan Grogol Kab. Sukoharjo, dekoe mania menghadiri acara Latber PEDES pada Minggu, 30 Agustrus November 2026. Semakin lama hobi derkuku di Sukoharjo, menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Bukti semua itu terlihat dari hasil pelaksanaan kegiatan demi kegiatan PPDSI Sukoharjo yang mendapatkan animo dekoe mania.

Beberapa agenda selalu meraih jumlah peserta yang tidak mengecewakan. “Hari ini kami kembali menggelar Latber PEDES sebagai bentuk kepedulian kami agar hobi derkuku bisa tetap eksis,” terang H. Nur Ali Sasangko selaku Ketua Pelaksana. Kegiatan tersebut diharapkan akan terus digelar secara berkelanjutan.

Dua orang Juri Jogjakarta ikut mengawal pelaksanaan Latber PEDES

Even ini sebenarnya dipersiapkan dalam jangka waktu singkat. “Kami mempersiapkan even ini secara singkat karena beberapa dekoe mania dari Solo Raya baru selesai mengikuti Liga Derkuku Indonesia di Blitar. Di Sukoharjo antusias dekoe mania sudah semakin menggembirakan, seperti setiap saat diagendakan lomba pasti semua siap,” sambung H. Nur Ali Sasangko.

“Persiapan lomba Latber PEDES memang singkat, kurang lebih seminggu,” jelas H. Nur Ali Sasangko. Selama ini PPDSI Sukoharjo memang gencar menggelar kegiatan sehingga harus mencari waktu kosong untuk menggelar kegiatan, agar tidak berbarengan dengan event di tempat lain yang jaraknya tidak terlalu jauh serta jadwal LDI 2026 yang sudah berjalan empat putaran.

Suasana di pinggir arena, tetap guyub dan kondusif

Meski persiapan singkat, namun tidak sampai mengganggu kinerja panitia. Gerak cepat panitia langsung terlihat dengan persiapan yang matang. Begitu juga dengan kesanggupan panitia dalam menyebarkan informasi agar bisa diketahui dekoe mania di Sukoharjo serta di Solo Raya.

Rasanya semakin lama hobi derkuku di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya, menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Bukti semua itu terlihat dari hasil pelaksanaan kegiatan demi kegiatan yang mulai mendapatkan animo dekoe mania. Beberapa agenda selalu meraih jumlah peserta yang tidak mengecewakan.

Bandi, dekoe mania senior tampak selalu hadir di pinggir lapangan

Kegiatan yang dilaksanakan oleh PPDSI Sukoharjo tersebut sebagai bentuk aksi nyata dalam menyemarakkan hobi derkuku di wilayahnya. Panitia kali ini hanya membuka dua kelas yakni kelas Bebas dan kelas Pemula, meskipun kapasitas ganatangan masih cukup jika membuka satu kelas lagi. Semua kelas disesaki oleh peserta.

Dekoe mania senior dan yang baru bergabung membaur menjadi satu, menyenangkan sekali. Salah satunya kehadiran Bandi meski usianya sudah tidak muda lagi tapi tetap semangat ngikuti setiap agenda yang ada di Lapangan Sukoharjo ini. “Nenang kalah bukan masalah yang penting guyub rukun ketemu sedulur,” ucapnya.

Eko LMS juara di kelas Bebas

Cuaca cerah dan cenderung panas, mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut dari babak pertama hingga babak keempat. Angin yang datang sesekali mampu mengurangi hawa panas yang terasa. Proses penjurian pun berlangsung sukses dan lancar. Dua orang Juri Nasional dari Jogjakarta ikut membantu penjurian.

Persaingan untuk meraih nilai tertinggi disetiap babak, berlangsung cukup ketat dan seru. Karena masing-masing jago, terlihat sama-sama on fire untuk menunjukkan performa terbaiknya dihadapan tim juri yang bertugas. Saling kejar perolehan nilai berlangsung hingga akhir.

Jaura kelas Senior foto bersama

Empat babak penjurian berlangsung tanpa masalah, sampai akhirnya menentukan posisi kejuaraan di masing-masing kelas. Untuk kelas Bebas, ada dua burung yang mendapatkan satu bendera empat warna dan tiga bendera lima warna. Dengan demikian perebutan juara harus ditentukan di meja perumus.

Dan Golden Star amunisi Eko LMS Solo, derkuku bergelang LMS 639 yang dikerek pada nomor 37 dinyatakan menjadi juara pertama dengan keunggulan di suara tengahnya. Juara kedua diraih Oscar besutan NSK BF Solo, derkuku produk TKL 2557 yang dikerek pada nomor 59.

Dorrick terima koncer dari Priyatno juri Jogjakarta

Perseteruan di kelas Bebas kali ini terasa begitu ketat. Tidak kurang ada 9 burung yang berhasil mendapatkan penilaian bendera lima warna. Bahkan posisi ketiga diperebutkan oleh tiga burung setelah mendapatkan nilai yang sama, yakni dua bendera empat warna dan dua bendera lima warna.

Berdasarkan nilai aduan yang ada di meja juri perumus, untuk juara ketiga akhirnya direbut Arwana ring JNG 230 milik NSK BF di tiang 51. Sedangkan Posisi empat diisi oleh Bagong milik Bambang HW dan peringkat kelima diisi Mbah Cemani milik Bambang HW lainnya.

Peserta yang berhasil raih juara di kelas Pemula

Ada pemandangan unik usai penjurian selesai dilaksanakan. Kapolsek Jumantono Polres Karanganyar AKP Eko Budi Hartono, sampai harus guling-guling saling girangnya burung jagoannya mampu mendapatkan penilaian bendera lima warna. Kapolsek yang juga dikenal sebagai seorang pendakwa ini adalah seorang dekoe mania yang cukup aktif mengikuti setiap kegiatan yang digelar PPDSI Sukoharjo.

Saking gembiranya dapat bendera lima warna Pak Kapolsek guling-guling di tanah

Di kelas Pemula, Cakrawala milik Dorrick BF Solo Baru, ring PN 873 yang dikerek pada nomor 22 ditetapkan sebagai peraih podium pertama. Kemudian Victory besutan Eko LMS Solo ring LMS 618 yang ada di kerekan 16 sebagai juara runner-up dan tempat ketiga diraih Ndoro Putri orbitan Sarno Sukoharjo ternakan Sadewa 010 yang dikerek pada nomor 26. (Ramlee/JAT)

By Ramlee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *