Tidak terasa, perburuan poin Liga Derkuku Indonesia (LDI) 2026 sudah berjalan empat seri dari lima seri yang direncanakan. Dekoe mania Indonesia sudah harus fokus menyiapkan gaconya pada even Piala Raja Hamengkubuwono Cup yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Tepatnya pada hari Minggu, 20 September 2026 di Lapangan Sendang Bagusan Senuko, Godean, Sleman.



Dimana ajang tersebut bakal jadi “kunci”, untuk menambah pundi-pundi poin. Khususnya bagi jawara-jawara derkuku nasional yang masuk mandatory fight (wajib hadir) di tiga kelas utama. Yaitu kelas Senior, kelas Yunior, dan kelas Pemula agar bisa menjadi yang terbaik di akhir liga nanti.

Tentu untuk bisa menambah pundi-pundi poin yang sudah didapat tidaklah mudah, karena masing-masing pemilik bakal mempersiapkan jago-jagonya semaksimal mungkin. Dan jago-jago milik siapa saja yang bakal fight di Jogja nanti ? Menarik untuk disimak sepak terjang para jawara derkuku Nusantara yang sebentar lagi akan kembali bertarung.
Di kelas senior, masih akan menjadi pertarungan yang menarik. Belum ada yang benar-benar akan tampil menjadi yang terbaik di LDI 2026 ini. Kamajaya yang jadi andalan B2W BF dari Godean, Jogja, sepertinya punya peluang paling besar untuk bisa mengunci kemenangan, jika mampu tampil maksimal. Meskipun perjuangannya tidak akan mudah, karena masih ada Bimo Kurdo milik Shorea BF Sleman dan Ducati milik Bangsis Sidoarjo yang sewaktu-waktu bisa tampil mengejutkan.

Dengan keunggulan hanya 80 poin dari Bimo Kurdo yang terpaksa tergusur singgasananya pasca putaran keempat di Blitar, masih jauh dari kata aman dari kejaran pesaing terdekatnya. Memang Bimo Kurdo tampil kurang meyakinkan pada Piala Bupati Blitar kemarin, namun dengan dua kali menjadi juara di putaran pertama dan ketiga, kansnya untuk menjadi yang terbaik masih terbuka lebar.

Bimo Kurdo harus bisa juara dan Kamajaya terlempar dari posisi empat besar di putaran kelima nanti. Tetapi dengan bertarung di kandang sendiri tampaknya sulit, jika berharap Kamajaya tidak on fire di kandang sendiri. Apalagi melihat catatan performanya selama mengikuti LDI 2026 ini, hanya di putaran pertama saja Kamajaya tidak mendapatkan poin.

Sementara untuk Ducati, kesempatan untuk menjadi yang terbaik di LDI 2026, praktis terkubur karena poinnya saat ini masih 360 tidak akan bisa mengejar perolehan poin yang sudah didapat oleh Kamajaya. Tetapi menjadi runner up masih sangat terbuka, jika mampu menjadi pemenang di putaran akhir dan berharap Bimo Kurdo hanya menempati posisi ke-7.
Sedangkan di kelas Yunior, persaingan untuk berburu poin liga juga bakal tidak kalah seru. Meskipun gelar terbaik di kelas ini sudah dikunci oleh Malioboro andalan Rudy dari Jogja dengan perolehan 525 poin. Dengan tambahan poin tersisa maksimal 150 poin tidak akan mampu menggusur Malioboro dari pucuk pimpinan Klasemen LDI saat ini. Tetapi Maliobro harus bisa membuktikan kualitasnya di akhir putaran, apalagi main di kandang sendiri.

Tidak demikian dengan posisi kedua dan ketiga yang saat ini mempunyai poin sama yakni 360. Idola Shorea milik Shorea BF Sleman dan Wiro Sableng milik Cak Hari dari Bogor akan berlari mengejar posisi runner up LDI 2026. Pembuktiannya di Piala Raja Hamengkubuwono Cup tentunya. Meskipun bukan menjadi yang terbaik tetapi posisi kedua di akhir Liga Derkuku Indonesia jelas bukan pencapaian yang mudah. Konsistensi keikutsertaan dan prestasi di setiap putaran yang diikuti menjadi faktor penentu.

Persaingan perebutan gelar LDI 2026 di kelas Pemula masih sangat seru dan ketat. Saat ini secara tidak terduga Bintang Semeru andalan Saiful Bahri Situbondo menduduki tangga teratas dengan 240 poin. Posisinya belum aman, karena persis di bawahnya ada Soleh milik Mbah Demang Kediri dengan raihan 230 poin dan Raja Panji milik Sakur Jayadi Situbondo dengan 210 poin.

Bintang Semeru hanya memiliki keunggulan 10 dan 30 poin saja, masih sangat riskan untuk dilewati oleh peringkat di bawahnya. Tentunya di putaran terakhir penghuni tiga besar Klasemen Sementara LDI 2026 di kelas Pemula ini wajib hadir dan mendapatkan poin maksimal. Kejutan bisa saja terjadi.
Raja Panji, satu-satunya yang sudah pernah merasakan juara di kelas Pemula ini harus bisa jadi juara di Piala Raja Hamengkubuwono Cup nanti untuk membuka peluangnya menjadi yang terbaik di LDI 2026 dan tentunya jika para pesaingnya terlempar dari empat besar di gelaran terakhir.

Semakin jelas bahwa perebutan podium juara akan semakin menarik untuk disimak, terlebih lagi para pendatang baru yang sudah teruji, akan terus memberikan tekanan pada para seniornya. Kita nantikan saja, pembuktian para jawara di Liga Derkukut Indonesia 2026. Apakah para senior akan mampu mempertahankan gelar atau akan tergusur dengan pendatang baru.

Liga Derkuku Indonesia 2026 masih ada opsi berakhir hingga putaran keenam. Pengurus PPDSI Pusat berharap di bulan Oktober atau November masih ada daerah yang berkenan menggelar seri terakhir LDI 2026. Jika itu yang terjadi akan semakin seru nantinya melihat siapa saja yang berhak mendapatkan gelar Juara Liga Derkuku Indonesia 2026. (Ramlee)
