Ubi Jalar (Ipomoea batatas) merupakan sejenis tanaman budidaya yang tumbuh merambat. Tanaman ini juga disebut ubi rambat, ubi manis, ubi jawa, ubi jenderal, petatas atau yang juga dikenal dengan sebutan sweet potato dalam bahasa Inggris, telah menjadi sumber energi penting pengganti beras.

Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Tanaman ini telah tersebar luas di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Di Afrika, umbi dari ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting.
Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Ubi jalar menyimpan berbagai manfaat kesehatan di balik rasanya yang manis hingga mendapat sebutan superfood. Setiap orang yang mengonsumsi ubi ini tidak hanya akan merasa kenyang, tapi juga dapat menjadi lebih sehat, tergantung bagaimana mengolahnya.

Ubi jalar atau ketela rambat diduga berasal dari Benua Amerika. Para ahli botani dan pertanian memperkirakan daerah asal tanaman ubi jalar adalah Selandia Baru, Polinesia, dan Amerika bagian tengah. Nikolai Ivanovich Vavilov, seorang ahli botani Soviet, memastikan daerah sentrum primer asal tanaman ubi jalar adalah Amerika Tengah.
Baca juga : Singkong, Sumber Pangan Bergizi Berserat Tinggi yang Memiliki Segudang Manfaat untuk Kesehatan
Ubi jalar mulai menyebar ke seluruh dunia, terutama negara-negara beriklim tropika pada abad ke-16. Orang-orang Spanyol menyebarkan ubi jalar ke kawasan Asia, terutama Filipina, Jepang, dan Indonesia. Tanaman ini secara taksonomi termasuk dalam famili Convolvulaceae dan genus Ipomoea.

Karakteristik ubi jalar di setiap tempat pasti berbeda karena dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, seperti curah hujan, temperatur, ketinggian, jenis tanah, dan Ph tanah pada daerah tumbuh tanaman tersebut. Tanaman ini tumbuh dengan umbi yang berada di bawah tanah dan memiliki beragam varietas dengan warna kulit dan daging yang bervariasi, seperti oranye, ungu, dan putih.
Pada tanaman yang berasal dari stek batang, akarnya akan muncul dari setiap nodus yang tertanam di tanah. Akar ini terbagi menjadi dua, yakni akar serabut yang tumbuh memanjang dan akar yang berkembang menjadi umbi untuk menyimpan cadangan makanan.


Batang ubi jalar memiliki tipe herbaceous (basah/lunak), berbentuk bulat, licin, dan tumbuh merambat di permukaan tanah. Batang ini memiliki percabangan tipe geragih atau stolon yang dapat membentuk individu baru dari buku-bukunya.
Daun dari ubi jalar termasuk daun tunggal dengan tata letak pada batang folia sparsa 2/5. Daun ubi jalar memiliki bangun bulat atau bundar (orbicularis) dengan ciri-ciri perbandingan panjang dan lebarnya 1:1. Tepi daun ini memiliki goresan yang menjari dan terbagi menjadi beberapa bagian.

Seperti jari-jari pada telapak tangan (palmati lobus) dengan susunan tulang daun berjumlah gasal. Dimana yang ditengah paling panjang dan besar sedangkan semakin kesamping semakin pendek serta tulang daunnya menjari. Selain itu, daun ubi jalar memiliki pangkal yang datar atau rata, sementara ujung daunnya meruncing.
Baca juga : Garut, Tanaman yang Umbinya Bisa Digunakan sebagai Sumber Pangan Alternatif yang Menyehatkan
Bunga pada ubi jalar termasuk bunga majemuk berbatas, yaitu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan yang terbatas. Ibu tangkai ini dapat pula bercabang-cabang, dan cabang-cabang tadi seperti ibu tangkainya juga yang akan menghasilkan suatu bunga pada ujungnya.

Terdiri dari 3-5 bunga, bunga berbentuk terompet, daun kelopak berjumlah 5 dengan susunan imbricata quincuncialis. Daun mahkota berjumlah 5 gamosepalus, imbricata terpunir kekanan. Memiliki androecium sebanyak 5 dengan posisi benang sari pada bunga yang berhadapan dengan daun-daun kelopak (episepalus). Posisi bakal buah ubi jalar superus terdiri dari 4 karpelum sinkarp.
Warna daging umbi ubi jalar bervariasi dari putih, kuning, orange, hingga ungu. Varietas ungu secara spesifik mengandung pigmen antosianin yang berfungsi sebagai pewarna alami dan sangat dipengaruhi oleh pH lingkungan.

Terdapat beberapa jenis ubi jalar yang memiliki kandungan nutrisi bervariasi, antara lain ubi jalar oranye, termasuk ubi Cilembu yang terkenal manis dan mengandung banyak beta-karotennya. Lalu ada ubi jalar ungu yang memiliki kandungan antioksidan tinggi dan Ubi jalar putih yang memiliki tekstur halus dan rasa yang lebih lembut.
Umbi dari ubi jalar memiliki daging lembut dengan rasa manis alami yang bisa dijumpai di berbagai daerah. Ubi jalar bisa menjadi makanan pokok karena mengandung karbohidrat yang tinggi dan kaya akan serat. Kandungan vitamin dan mineralnya yang berlimpah juga sangat penting bagi kesehatan tubuh.

Ubi jalar kaya akan karbohidrat kompleks, serat, kalsium, serta vitamin A dan C. Khusus varietas ungu, kandungan antosianinnya memiliki manfaat kesehatan yang besar, termasuk sebagai antioksidan, antibakteri, antikanker, serta pelindung terhadap penyakit jantung dan stroke.
Baca juga : Gadung, Tanaman yang Dapat Dijadikan Sumber Pangan Alternatif
Vitamin A yang dihasilkan dari kandungan beta-karoten dalam ubi jalar penting untuk menjaga kesehatan mata dan merawat kemampuan penglihatan. Sedang kandungan vitamin C dalam ubi jalar berperan menggenjot produksi sel kekebalan seperti limfosit bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi virus ataupun bakteri.

Kalium yang terdapat dalam ubi jalar terkenal bisa membantu menekan risiko penyakit jantung yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi. Mineral elektrolit ini dapat menjaga cairan dalam tubuh tetap seimbang dan mengendalikan tekanan darah sehingga dapat pula mencegah penyakit kardiovaskular lain seperti stroke.
Meski menyandang gelar “superfood”, bukan berarti ubi jalar aman dari risiko kesehatan. Konsumsi yang berlebihan dan pengolahan ubi jalar yang tidak tepat justru bisa mendatangkan masalah kesehatan, antara lain peningkatan kadar gula darah, gangguan hormonal, kerusakan saraf, hingga kanker karena adanya residu pestisida, terutama dari ubi jalar non-organik. (Ramlee)
