Gould Amadin (Erythrura gouldiae) dikenal juga sebagai Gouldian Finch, Lady Gouldian Finch, Gould Finch, Rainbow Finch atau Pipit Pelangi, merupakan burung pipit warna-warni endemik Australia. Melihat warna-warni bulu tubuhnya yang indah, bahkan tanpa gradasi, tidak salah jika Gould Amadin dijuluki sebagai burung pipit tercantik di dunia.

Burung Gould Amadin, menjadi salah satu pilihan favorit bagi penghobi burung. Gould amadin menjadi sangat populer karena memiliki perpaduan warna bulu yang luar biasa indah seperti lukisan. Keindahan estetika ini menjadikannya salah satu buurng hias yang paling dicari oleh para kolektor di seluruh dunia.

Ternak gould amadin, bisa menjadi pilihan yang menarik bagi para penghobi burung. hasil persilangan menghasilkan mutasi warna baru yang langka dan eksotis seperti blue, silver, lutino, dan dilute. Ini yang menjadikan salah satu alasan para kolektor selalu penasaran untuk mengoleksinya.

Sepasang burung Gould Amadin

Maka budidaya gould amadin memiliki prospek bisnis yang sangat cerah. Kebutuhan lahan minimal dan nilai jual mutasi warnanya terus meningkat. Daya tarik utama investasi ini adalah statusnya sebagai burung hias premium dan harganya yang terbilang stabil. Permintaan pasar selalu tinggi, baik dari kolektor pemula maupun pemain kontes kecantikan burung finch.

Baca juga : Gould Amadin Burung Pipit Tercantik di Dunia dari Australia

Ternak gould amadin membutuhkan ketelatenan tinggi karena burung ini dikenal sensitif terhadap perubahan suhu dan kebersihan. Dengan persiapan yang tepat, pemula bisa sukses dalam budidaya burung ini. Kunci utama keberhasilan ternak ini terletak pada pemilihan indukan, pakan bernutrisi, dan teknik pengeraman menggunakan burung “babu” (Emprit Jepang/Society Finch) jika diperlukan.

Ternak Gould Amadin di kandang soliter

1. Persiapan Indukan

Memilih pasangan burung yang tepat sangat penting untuk keberhasilan ternak gould amadin. Pemelihara perlu memastikan bahwa kedua burung jantan dan betina sehat, aktif, dan bebas dari penyakit. Tentunya pengetahuan mengenai perbedaan jantan dan betina sangatlah penting untuk diketahui supaya tidak terjadi kesalahan dalam menyiapkan pasangan.

Burung jantan biasanya memiliki warna bulu yang lebih cerah dan mencolok dibandingkan betina yang warnanya lebih kusam. Pilihlah calon indukan jantan dan betina yang sudah berumur minimal 10-12 bulan agar organ reproduksinya sudah cukup matang. Hindari burung yang sering mengembangkan bulunya atau terlihat lesu, karena itu tanda awal stres atau sakit.

Ciri calon indukan yang telah siap kawin, untuk jantan paruh bagian ujung berwarna merah menyala atau kuning pekat (tergantung variasi warna), sering berkicau (ngerol) sambil melompat-lompat di tangkringan. Sementara yang betina, ujung paruhnya berubah menjadi hitam pekat (tanda hormon reproduksi siap).

2. Kandang dan Kotak Sarang

Burung gould amadin ini membutuhkan ruang yang cukup agar dapat terbang dengan leluasa, sehingga ukuran kandang harus cukup besar dan nyaman. Budidaya bisa dilakukan dengan memanfaatkan kandang aviary atau koloni jika melakukan budidaya lebih dari sepasang.

Ternak Gould Amadin di kandang koloni atau aviary

Jika hanya sepasang saja, maka kandang yang dapat digunakan adalah tipe soliter atau kandang harian. Kandang soliter ini idealnya berukuran minimal 60 cm x 40 cm x 40 cm (panjang x lebar x tinggi) untuk satu pasang burung. Kandang terbuat dari kawat ram dengan celah kecil, maksimal berukuran 1 cm persegi, agar burung tidak bisa meloloskan diri atau terjepit dan predator juga tidak bisa masuk.

Baca juga : Budidaya Burung Emprit Jepang Mudah dan Menguntungkan

Kandang untuk budidaya ini harus didesain agar mampu menjaga stabilitas suhu, bebas dari angin malam secara langsung, dan aman dari predator. Karena burung ini bertubuh mungil dan sensitif terhadap stres, pemilihan model dan tata letak kandang sangat menentukan keberhasilan produksi.

Bahan sarang Gould Amadin dari serabut kelapa

Tentunya tersedia tempat bertengger dan tempat makan dan minum di dalam kandang ini. Sediakan kotak sarang dari kayu berbentuk kotak tertutup dengan lubang masuk kecil (glodok) seperti sarang untuk burung love bird atau kenari namun berukuran lebih kecil.

Untuk bahan sarang, masukkan serat halus seperti serat nanas, rumput kering (rumput rayung) serat cemara ke dalam glodok, karena gould amadin menyukai bahan sarang yang lembut. Sebar sebagian bahan sarang tersebut di dasar kandang agar burung bisa menyusunnya sendiri.

3. Pakan Berkualitas (Nutrisi Ekstra)

Berikan pakan berkualitas tinggi untuk memicu birahi dan membentuk cangkang telur yang kuat. Berikan pakan utama berupa biji-bijian seperti milet (merah atau putih), kenari seed, dan jemawut. Berikan pula pakan tambahan atau extra fooding (EF), berikan pakan kering khusus finch atau pakan basah seperti jagung manis muda, sawi hijau, dan telur rebus untuk mencukupi kebutuhan protein, terutama saat masa penjodohan dan pelolohan anak.

Berikan juga suplemen dan vitamin khusus penangkaran seminggu sekali di air minumnya untuk menjaga daya tahan tubuh dan mendongkrak birahi serta memastikan kualitas cangkang telur. Sediakan juga tulang sotong di dalam kandang sebagai sumber kalsium harian.

Induk Gould Amadin tengah mengerami telurnya

4. Proses Perjodohan dan Pengeraman

Proses penjodohan calon indukan dengan mendekatkan sangkar jantan dan betina terlebih dahulu. Jika jantan mulai bernyayi sambil melompat-lompat dan betina merespons dengan menggetarkan ekor berarti kedua buurng telah siap unutk disatukan. Jika sudah berjodoh, perkawinan akan segera terjadi, pasangan ini akan terlihat mulai menata sarang bersama.

Baca juga : Beternak Zebra Finch, Usaha Sampingan yang Menjanjikan

Induk gould amadin betina biasanya menghasilkan 4 hingga 8 butir telur dalam satu siklus. Proses pengeraman berlangsung selama 14 – 16 hari. Pada saat ini, kedua induk akan bergantian mengerami telur. Gould amadin sering kali kurang pandai mengerami atau melolos anaknya sendiri.

Anakan Gould Amadin siap dipisahkan dari induknya setelah berumur 3-4 minggu

Banyak peternak menggunakan foster dengan memindahkan telur gould amadin ke sarang emprit jepang agar dierami dan dibesarkan hingga mandiri. Ketika telur menetas, intensitas pemberian extra fooding wajib ditingkatkan demi mendukung pertumbuhan anakan.

5. Antisipasi Penyakit dan Karantina

Kebersihan kandang adalah hal yang sangat penting untuk mencegah penyakit dan menjaga kesehatan burung. Lakukan pembersihan rutin setidaknya seminggu sekali, serta pastikan tempat makan dan minum selalu terjaga kebersihannya. Selain itu, berikan perawatan kesehatan tambahan seperti vitamin atau obat-obatan pencegahan penyakit.

Gould Amadin merupakan burung hias premium

Wajib mengkarantina setiap burung baru di kandang terpisah sebelum digabung ke area peternakan utama guna mencegah penularan virus/bakteri. Antisipasi musim hujan atau perubahan cuaca ekstrem yang membuat burung rawan “nyekukruk” (bulu mengembang). pastikan sirkulasi udara lancar dan kandang tetap kering. Gould amadin rentan sakit, jadi pastikan kandang terlindung dari angin malam langsung dan gunakan lampu penghangat jika diperlukan.

6. Panen Anakan

Setelah beberapa minggu, anakan gould amadin akan mulai keluar dari sarang. Pada usia sekitar 3-4 minggu, sudah mulai makan sendiri dan siap dipisahkan dari induknya. Pastikan anakan diberi pakan yang sesuai dengan usianya, dan terus dipantau hingga tumbuh dewasa dan siap untuk dipelihara secara mandiri. Cara ternak gould amadin memang membutuhkan perhatian khusus, namun dengan persiapan yang matang dan perawatan yang tepat, pemula bisa berhasil dalam budidaya burung ini. (Ramlee)

By Ramlee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *